Dinas PPKB Jeneponto dan BKKBN Sulsel Teken Program Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
Jeneponto, DNID.co.id, – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Jeneponto menerima perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan untuk pelaksanaan bantuan program bedah rumah layak huni bagi keluarga resiko stunting di Kantor DPPKB Jeneponto, Selasa (4/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas PPKB Jeneponto, St. Meriam dan perwakilan BKKBN Sulsel, Sitti Sulfiani melakukan penandatanganan dokumen program bedah rumah yang dihadir oleh pihak Yayasan Amal Zakat, Kalla, serta perwakilan yang menjadi lokus untuk program tersebut.
Program bedah rumah tersebut bertajuk “Rumah Sehat Cegah Stunting, Renovasi Rumah Layak Huni” ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan layak bagi keluarga yang berisiko stunting. Kualitas hunian yang buruk, seperti kurangnya sanitasi dan ventilasi, merupakan salah satu faktor penyumbang risiko stunting pada anak-anak.
Terdapat tiga desa yang menjadi lokus program ini yakni Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat dan Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke.
”Melalui program ini, kami ingin menyasar langsung akar permasalahan di tingkat keluarga. Rumah yang sehat adalah fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Kolaborasi dengan BKKBN Sulsel sangat krusial untuk memastikan intervensi ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas PPKB Jeneponto, St. Meriam, Rabu (5/8).
Dia menyampaikan bahwa program “Rumah Sehat Cegah Stunting” di Jeneponto diharapkan dapat menjadi model percontohan dalam pencegahan stunting yang terintegrasi, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tingkat daerah hingga provinsi.
Dengan adanya rumah yang layak huni, diharapkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat akan meningkat, dan pada akhirnya dapat berkontribusi signifikan dalam mencegah dan menurunkan prevalensi stunting Jeneponto.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Dinas PPKB Jeneponto dan BKKBN Sulsel Teken Program Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
RABU, 5 AGUSTUS 2026
Jeneponto, DNID.co.id, - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Jeneponto menerima perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan untuk pelaksanaan bantuan program bedah rumah layak huni bagi keluarga resiko stunting di Kantor DPPKB Jeneponto, Selasa (4/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas PPKB Jeneponto, St. Meriam dan perwakilan BKKBN Sulsel, Sitti Sulfiani melakukan penandatanganan dokumen program bedah rumah yang dihadir oleh pihak Yayasan Amal Zakat, Kalla, serta perwakilan yang menjadi lokus untuk program tersebut.
Program bedah rumah tersebut bertajuk "Rumah Sehat Cegah Stunting, Renovasi Rumah Layak Huni" ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan layak bagi keluarga yang berisiko stunting. Kualitas hunian yang buruk, seperti kurangnya sanitasi dan ventilasi, merupakan salah satu faktor penyumbang risiko stunting pada anak-anak.
Terdapat tiga desa yang menjadi lokus program ini yakni Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat dan Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke.
"Melalui program ini, kami ingin menyasar langsung akar permasalahan di tingkat keluarga. Rumah yang sehat adalah fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Kolaborasi dengan BKKBN Sulsel sangat krusial untuk memastikan intervensi ini tepat sasaran dan berkelanjutan," ujar Kepala Dinas PPKB Jeneponto, St. Meriam, Rabu (5/8).
Dia menyampaikan bahwa program "Rumah Sehat Cegah Stunting" di Jeneponto diharapkan dapat menjadi model percontohan dalam pencegahan stunting yang terintegrasi, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tingkat daerah hingga provinsi.
Dengan adanya rumah yang layak huni, diharapkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat akan meningkat, dan pada akhirnya dapat berkontribusi signifikan dalam mencegah dan menurunkan prevalensi stunting Jeneponto.