Dugaan Permintaan Uang Oknum Penyidik Polwan, Kasus KDRT Bantaeng Didalami Paminal

Bantaeng, DNID.co.id,– Informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan permintaan sejumlah uang oleh oknum penyidik Unit Reserse PPA Polres Bantaeng terhadap seorang terlapor dalam perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kini mendapat perhatian serius dari internal kepolisian.

Dugaan tersebut tengah didalami oleh Sipropam Polres Bantaeng melalui Unit Paminal untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menelusuri ada atau tidaknya pelanggaran disiplin maupun kode etik dalam proses penanganan perkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejauh ini belum ditemukan adanya transaksi atau pemberian uang dari pihak terlapor kepada oknum penyidik yang disebut berkaitan dengan biaya administrasi pencabutan laporan.

Terlapor berinisial T juga telah memberikan klarifikasi. Kepada awak media, T mengaku tidak pernah memberikan sejumlah uang sebagaimana informasi yang beredar.

Menurut T, pembicaraan mengenai uang tersebut hanya sebatas candaan antara dirinya dengan oknum penyidik Polwan yang bersangkutan. Keduanya diketahui telah saling mengenal sejak lama, bahkan pernah menjadi teman satu angkatan ketika masih bersekolah.

“Tidak ada pemberian uang. Itu hanya sebatas candaan karena kami memang sudah saling kenal sejak sekolah,” ujar T.

Meski demikian, dugaan tersebut tetap menjadi perhatian internal Polres Bantaeng. Pendalaman dilakukan Unit Paminal untuk memastikan persoalan tersebut secara objektif dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, melalui Kasat Reskrim AKP Andi Aldiansyah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026), membenarkan adanya langkah awal pemeriksaan terhadap Oknum Polwan yang disebut dalam informasi tersebut.

“Sementara didalami oleh bagian Unit Paminal Sipropam Polres Bantaeng, dan dalam proses penyelidikan. Memang ini masih dalam bentuk dugaan. Apabila terbukti adanya permintaan uang oleh oknum Polwan tersebut, maka tentunya akan dikenakan sanksi disiplin dan kode etik Polri,” terang Aldiansyah.

Ia berharap masyarakat dapat mempercayakan proses pendalaman kepada Unit Paminal Sipropam Polres Bantaeng sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi asumsi negatif sebelum adanya hasil pemeriksaan.

“Ini masih dalam tahap pendalaman. Kita tunggu proses yang dilakukan oleh Paminal,” Pungkasnya..

Seperti diketahui, kasus yang menjadi latar belakang persoalan tersebut masuk ke SPKT Polres Bantaeng pada 23 Juli 2026.

Dalam laporan tersebut, T menjadi pihak terlapor setelah dilaporkan oleh istrinya, A, terkait dugaan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Perkara kemudian ditangani Unit IV PPA Satreskrim Polres Bantaeng.

Hingga kini, Dugaan Permintaan Uang tersebut masih dalam proses pendalaman oleh Unit Paminal Sipropam Polres Bantaeng. Belum ada kesimpulan final mengenai benar atau tidaknya dugaan tersebut.

Polres Bantaeng menegaskan, apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan bukti adanya pelanggaran, maka oknum yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan disiplin dan kode etik yang berlaku di lingkungan Polri.​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 10 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh. Akbar Razak

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Polres Bantaeng

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA