Dari Belitung Timur Menuju Malang, Dzakki Menguji Mental Dalam Persaingan Sepakbola Muda
LUMAJANG, DNID.co.id, Jawa Timur — Mimpi pesepak bola muda asal Belitung Timur, Dzakki Althafa, mulai menemukan panggungnya di Jawa Timur. Pemain berusia 16 tahun yang memperkuat SSB Mengkubang United, Kecamatan Damar, Belitung Timur, itu masuk skuad ArekMalang Indonesia untuk berlaga di Piala Soeratin U-17 Jawa Timur yang digelar di Stadion Semeru, Lumajang, 12-15 Agustus 2026.
Dzakki, siswa kelas XI MAN Kota Batu, sebelumnya harus melewati proses seleksi sebelum dipercaya masuk skuad ArekMalang Indonesia, klub yang sebelumnya dikenal dengan nama Arema Indonesia. Kini, ia bersiap menjalani pertandingan kompetitif melawan pemain-pemain muda terbaik di level Jawa Timur.
ArekMalang Indonesia tergabung di Grup D bersama Gen B Mojokerto, PSIL Lumajang sebagai tuan rumah, dan Persema Malang. Tim telah tiba di Lumajang pada Selasa (11/8/2026) dan langsung melakukan persiapan menghadapi laga perdana kontra Persema Malang, Rabu (12/8/2026), pukul 13.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena mempertemukan dua tim asal Kota Malang. Bagi Dzakki, laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan kesempatan mengukur kemampuan sekaligus mental dalam kompetisi yang lebih kompetitif.
Jejak Dzakki menuju panggung tersebut berawal dari kecintaannya terhadap sepak bola sejak usia dini. Ia kerap menyaksikan latihan Arema bersama sang ayah. Kebiasaan sederhana itu perlahan menumbuhkan ambisi untuk merasakan langsung atmosfer sepak bola di Malang.
Kini, impian tersebut mulai terbuka. Seleksi hingga akhirnya masuk skuad ArekMalang Indonesia menjadi tahapan penting bagi Dzakki untuk membangun pengalaman dan menguji kemampuannya di luar daerah asal.
Ia menyadari perjalanan menuju level profesional masih panjang. Namun, kesempatan tampil di Piala Soeratin menjadi momentum untuk terus berkembang dan membuktikan diri.
“Semoga pengalaman pertama ini bisa menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang dan merintis cita-cita sejak kecil bersama keluarga tercinta di Belitung Timur,” ujar Dzakki.
Kehadiran Dzakki juga memperlihatkan bagaimana talenta dari daerah memiliki peluang menembus persaingan sepak bola di level yang lebih luas. Dari SSB Mengkubang United di Belitung Timur hingga Stadion Semeru, Lumajang, langkahnya kini memasuki fase baru.
Bagi pemain muda tersebut, Piala Soeratin bukan garis akhir. Kompetisi ini menjadi salah satu batu pijakan untuk membangun jam terbang, mental bertanding, serta keberanian mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Perjalanan Dzakki masih panjang. Namun satu hal telah dimulai: mimpi yang dibangun sejak kecil kini mendapat kesempatan untuk diuji di lapangan Jawa Timur.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Dari Belitung Timur Menuju Malang, Dzakki Menguji Mental Dalam Persaingan Sepakbola Muda
RABU, 12 AGUSTUS 2026
LUMAJANG, DNID.co.id, Jawa Timur — Mimpi pesepak bola muda asal Belitung Timur, Dzakki Althafa, mulai menemukan panggungnya di Jawa Timur. Pemain berusia 16 tahun yang memperkuat SSB Mengkubang United, Kecamatan Damar, Belitung Timur, itu masuk skuad ArekMalang Indonesia untuk berlaga di Piala Soeratin U-17 Jawa Timur yang digelar di Stadion Semeru, Lumajang, 12-15 Agustus 2026.
Dzakki, siswa kelas XI MAN Kota Batu, sebelumnya harus melewati proses seleksi sebelum dipercaya masuk skuad ArekMalang Indonesia, klub yang sebelumnya dikenal dengan nama Arema Indonesia. Kini, ia bersiap menjalani pertandingan kompetitif melawan pemain-pemain muda terbaik di level Jawa Timur.
ArekMalang Indonesia tergabung di Grup D bersama Gen B Mojokerto, PSIL Lumajang sebagai tuan rumah, dan Persema Malang. Tim telah tiba di Lumajang pada Selasa (11/8/2026) dan langsung melakukan persiapan menghadapi laga perdana kontra Persema Malang, Rabu (12/8/2026), pukul 13.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena mempertemukan dua tim asal Kota Malang. Bagi Dzakki, laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan kesempatan mengukur kemampuan sekaligus mental dalam kompetisi yang lebih kompetitif.
Jejak Dzakki menuju panggung tersebut berawal dari kecintaannya terhadap sepak bola sejak usia dini. Ia kerap menyaksikan latihan Arema bersama sang ayah. Kebiasaan sederhana itu perlahan menumbuhkan ambisi untuk merasakan langsung atmosfer sepak bola di Malang.
Kini, impian tersebut mulai terbuka. Seleksi hingga akhirnya masuk skuad ArekMalang Indonesia menjadi tahapan penting bagi Dzakki untuk membangun pengalaman dan menguji kemampuannya di luar daerah asal.
Ia menyadari perjalanan menuju level profesional masih panjang. Namun, kesempatan tampil di Piala Soeratin menjadi momentum untuk terus berkembang dan membuktikan diri.
“Semoga pengalaman pertama ini bisa menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang dan merintis cita-cita sejak kecil bersama keluarga tercinta di Belitung Timur,” ujar Dzakki.
Kehadiran Dzakki juga memperlihatkan bagaimana talenta dari daerah memiliki peluang menembus persaingan sepak bola di level yang lebih luas. Dari SSB Mengkubang United di Belitung Timur hingga Stadion Semeru, Lumajang, langkahnya kini memasuki fase baru.
Bagi pemain muda tersebut, Piala Soeratin bukan garis akhir. Kompetisi ini menjadi salah satu batu pijakan untuk membangun jam terbang, mental bertanding, serta keberanian mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Perjalanan Dzakki masih panjang. Namun satu hal telah dimulai: mimpi yang dibangun sejak kecil kini mendapat kesempatan untuk diuji di lapangan Jawa Timur.