Kematian Aiptu Beny Misterius, Kapolrestabes Makassar Didesak Bertindak

Makassar,DNID.co.id. – Keluarga Aiptu Beny Sarupang mendesak Kapolrestabes Makassar turun tangan dan memastikan proses penyelidikan kematian anggota Polri tersebut dilakukan secara serius, transparan dan menyeluruh.

Desakan itu muncul karena keluarga mengaku hingga kini belum mendapatkan kejelasan mengenai penyebab pasti kematian Beny Sarupang.

Peristiwa tersebut disebut sebagai kecelakaan lalu lintas oleh pihak Satlantas Polrestabes Makassar. Namun, keluarga justru menilai masih terdapat sejumlah kejanggalan yang belum terjawab.

Menurut keluarga, penyidik menjelaskan bahwa kendaraan korban terseret sekitar 20 meter. Namun, kondisi sepeda motor tersebut dinilai tidak mengalami kerusakan berat.

“Kalau benar terseret 20 meter, kami ingin tahu bagaimana mekanismenya. Motor tidak rusak berat dan tidak ada lecet besar. Ini harus dijelaskan secara ilmiah,” ujar Y, salah satu keluarga korban.

Keluarga meminta kendaraan korban diperiksa secara menyeluruh dan hasilnya dicocokkan dengan kronologi kejadian.

Keluarga mengaku hingga sekarang belum dapat melihat rekaman CCTV yang mereka yakini dapat membantu mengungkap kronologi sebenarnya.

Menurut Y, keterbukaan terhadap bukti CCTV penting untuk menghilangkan kecurigaan dan spekulasi.

“Kalau memang kecelakaan, CCTV seharusnya bisa menjadi bukti untuk memperjelas. Kami ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Mereka mengaku tidak dapat melihat seluruh tubuh korban dan hanya diperlihatkan bagian wajah serta kaki. Keluarga kemudian mengaku mencurigai adanya luka pada bagian bawah ketiak.

Namun, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian dan keluarga sendiri meminta agar hal itu dibuktikan melalui pemeriksaan medis atau forensik.

Karena itulah, keluarga meminta proses penyelidikan tidak berhenti pada kesimpulan bahwa Beny meninggal akibat laka lantas.

Mereka mempertanyakan mengapa kasus kematian anggota Polri tersebut belum memberikan titik terang yang dapat diterima keluarga.

“Kapolrestabes Makassar harus serius. Beny adalah anggota Polri, bawahannya sendiri. Jangan sampai kasus ini seolah dibiarkan. Pimpinan harus memerintahkan jajarannya bekerja secara serius,” tegas Y.

Keluarga berharap Kapolrestabes Makassar memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan objektif dan profesional.

Mereka meminta pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh aspek, termasuk lokasi kejadian, kendaraan, CCTV, saksi, rekonstruksi, serta hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Keluarga juga mengingatkan agar aparat tidak menunggu tekanan publik maupun pemberitaan media sosial baru kemudian mengambil langkah.

“Jangan keluarga harus berteriak dulu di media sosial. Kami ingin institusi kepolisian sendiri yang menunjukkan keseriusan mengungkap kematian anggotanya,” ujarnya.

Menurut keluarga, jika hasil penyelidikan nantinya membuktikan bahwa kematian Beny memang murni kecelakaan lalu lintas, mereka siap menerima hasil tersebut.

Namun, hasil itu harus dibangun berdasarkan bukti yang kuat dan mampu menjawab seluruh pertanyaan yang muncul.

Sebaliknya, apabila ditemukan bukti adanya tindak pidana, keluarga meminta aparat tidak ragu menindaklanjutinya sesuai hukum.

Keluarga menyatakan akan melaporkan persoalan tersebut ke Polda Sulawesi Selatan apabila penanganan di Polrestabes Makassar tidak memberikan kejelasan.

Langkah tersebut dilakukan karena keluarga merasa membutuhkan pihak lain untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Kasus ini kini menjadi perhatian keluarga dan publik. Sebab, di satu sisi terdapat penjelasan bahwa Beny meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, sementara di sisi lain keluarga masih mempertanyakan sejumlah fakta, terutama kondisi kendaraan, CCTV dan kondisi tubuh korban.

Kapolrestabes Makassar kini didesak memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Bukan semata karena korban merupakan anggota Polri, tetapi karena setiap kematian yang diduga memiliki kejanggalan harus diungkap berdasarkan fakta dan bukti.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 30 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arif Daeng Sunu

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WITA

Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA