UMKM Sojomerto Diperkuat Promosi Digital dan Fasilitas Usaha
Pembuatan titik google maps pemilik usaha isi ulang air minum
KENDAL – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, mendapat dukungan melalui pendampingan promosi digital dan penyediaan fasilitas usaha. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 168 pada Minggu (30/8/2026).
Pendampingan menyasar dua pelaku UMKM, yakni usaha pemancingan bawal PM Bawal Sojomerto milik Yosi dan usaha isi ulang air minum Rohis Tirta milik Mukhlis. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, mulai dari pembuatan dan pemasangan banner, penambahan titik lokasi usaha di Google Maps, hingga penyediaan tempat sampah.
Pada PM Bawal Sojomerto, mahasiswa membantu menyediakan banner sebagai media informasi sekaligus memberikan tempat sampah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah di sekitar area pemancingan.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan kolam sehingga area usaha menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
“Alhamdulillah, kami senang mahasiswa datang dan menawarkan bantuan untuk mengembangkan usaha kami. Tempat sampah ini juga sangat membantu karena sampah di sekitar kolam bisa lebih tertata dan dikelola dengan lebih baik. Dengan begitu, area pemancingan tetap nyaman bagi pengunjung,” ujar Yosi.
Sementara itu, pendampingan terhadap usaha isi ulang air minum Rohis Tirta difokuskan pada penguatan promosi. Mahasiswa membantu membuat banner serta menambahkan titik lokasi usaha pada Google Maps.
Sebelumnya, informasi mengenai usaha milik Mukhlis tersebut lebih banyak diperoleh masyarakat melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Kehadiran lokasi usaha di Google Maps diharapkan memudahkan calon pelanggan menemukan informasi dan lokasi usaha.
“Saya sangat berterima kasih karena sudah dibantu untuk mempromosikan usaha ini. Selama ini pemasaran masih banyak mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Dengan adanya banner dan lokasi di Google Maps, semoga semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha saya,” kata Mukhlis.
Pemanfaatan Google Maps menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan informasi UMKM melalui teknologi digital. Calon konsumen dapat mencari lokasi usaha secara lebih mudah tanpa harus mengandalkan informasi dari orang lain.
Pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan operasional setiap pelaku usaha. Pada usaha pemancingan, bantuan diarahkan pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sedangkan pada usaha isi ulang air minum, dukungan difokuskan pada peningkatan akses informasi dan promosi digital.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 168 berharap pelaku UMKM di Desa Sojomerto dapat semakin dikenal masyarakat dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap potensi ekonomi masyarakat desa dengan memperkuat usaha yang telah berjalan melalui strategi promosi dan pemanfaatan teknologi digital.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
UMKM Sojomerto Diperkuat Promosi Digital dan Fasilitas Usaha
MINGGU, 30 AGUSTUS 2026
KENDAL – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, mendapat dukungan melalui pendampingan promosi digital dan penyediaan fasilitas usaha. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 168 pada Minggu (30/8/2026).
Pendampingan menyasar dua pelaku UMKM, yakni usaha pemancingan bawal PM Bawal Sojomerto milik Yosi dan usaha isi ulang air minum Rohis Tirta milik Mukhlis. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, mulai dari pembuatan dan pemasangan banner, penambahan titik lokasi usaha di Google Maps, hingga penyediaan tempat sampah.
Pada PM Bawal Sojomerto, mahasiswa membantu menyediakan banner sebagai media informasi sekaligus memberikan tempat sampah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah di sekitar area pemancingan.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan kolam sehingga area usaha menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
“Alhamdulillah, kami senang mahasiswa datang dan menawarkan bantuan untuk mengembangkan usaha kami. Tempat sampah ini juga sangat membantu karena sampah di sekitar kolam bisa lebih tertata dan dikelola dengan lebih baik. Dengan begitu, area pemancingan tetap nyaman bagi pengunjung,” ujar Yosi.
Sementara itu, pendampingan terhadap usaha isi ulang air minum Rohis Tirta difokuskan pada penguatan promosi. Mahasiswa membantu membuat banner serta menambahkan titik lokasi usaha pada Google Maps.
Sebelumnya, informasi mengenai usaha milik Mukhlis tersebut lebih banyak diperoleh masyarakat melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Kehadiran lokasi usaha di Google Maps diharapkan memudahkan calon pelanggan menemukan informasi dan lokasi usaha.
“Saya sangat berterima kasih karena sudah dibantu untuk mempromosikan usaha ini. Selama ini pemasaran masih banyak mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Dengan adanya banner dan lokasi di Google Maps, semoga semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha saya,” kata Mukhlis.
Pemanfaatan Google Maps menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan informasi UMKM melalui teknologi digital. Calon konsumen dapat mencari lokasi usaha secara lebih mudah tanpa harus mengandalkan informasi dari orang lain.
Pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan operasional setiap pelaku usaha. Pada usaha pemancingan, bantuan diarahkan pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sedangkan pada usaha isi ulang air minum, dukungan difokuskan pada peningkatan akses informasi dan promosi digital.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 168 berharap pelaku UMKM di Desa Sojomerto dapat semakin dikenal masyarakat dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap potensi ekonomi masyarakat desa dengan memperkuat usaha yang telah berjalan melalui strategi promosi dan pemanfaatan teknologi digital.