Mobil SUV Terbakar di Libureng, Polisi dan Warga Beda Versi Awal
Kebakaran mobil di dekat SPBU Libureng Bone hanguskan SUV Rp40 juta. Polisi duga korsleting, warga curiga terkait solar subsidi.
Bone, DNID.co.id – Penyebab kebakaran sebuah mobil SUV di Dusun Labombo, Desa Wanuawaru, Kecamatan Libureng, Senin (7/9/2026) siang, masih simpang siur.
Polisi menyebut akibat korsleting. Sementara warga sekitar menduga mobil tersebut terbakar saat digunakan untuk mengangkut solar subsidi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 Wita. Mobil jenis SUV warna maroon metallic dengan nomor polisi DD 192 TS hangus terbakar di area tempat pencucian mobil tak jauh dari SPBU Libureng.
Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian, pukul 14.45 Wita, dengan bantuan satu unit mobil tangki air milik Pabrik Gula Camming. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta.
Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Libureng IPTU Syafri, mobil tersebut merupakan milik Hj. Andi Sukmawati, 61 tahun, warga setempat.
Dari keterangan saksi, Asfiana Nova, 34 tahun yang merupakan anak pemilik, mobil saat itu diparkir di tempat pencucian mobil di area rumah dan sedang dalam proses diservis atau diperbaiki.
“Saat itu saksi melihat ada percikan api dari kap mobil bagian depan. Berselang beberapa menit kemudian api menjalar ke seluruh bagian mobil,” tulis keterangan kepolisian.
Pihak Polsek Libureng telah mendatangi TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting pada komponen kelistrikan mobil.
Namun di tengah peristiwa tersebut, beredar informasi dari warga mengenai dugaan aktivitas pemindahan BBM subsidi jenis solar.
Seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan menyebut mobil yang terbakar diduga digunakan untuk mengangkut solar dari SPBU menuju sebuah gudang di sekitar lokasi.
“Gudangnya SD, itu di depan SPBU,” ujar sumber tersebut. Ia juga menduga kebakaran terjadi saat BBM sedang dipindahkan dari kendaraan ke tempat penampungan.
Sumber yang sama menyebut inisial SD diduga berperan sebagai pengumpul BBM dan disebut bekerja sama dengan HM dalam aktivitas tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan mengenai aktivitas penampungan dan pengumpulan solar subsidi itu masih sebatas informasi warga dan belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Adanya dua versi awal ini membuat peristiwa tersebut menyisakan tanda tanya. Apakah kebakaran itu murni akibat korsleting, atau terkait dengan aktivitas lain di lokasi.
DNID.co.id masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya mengenai kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas solar subsidi di lokasi tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mobil SUV Terbakar di Libureng, Polisi dan Warga Beda Versi Awal
SELASA, 8 SEPTEMBER 2026
Kebakaran mobil di dekat SPBU Libureng Bone hanguskan SUV Rp40 juta. Polisi duga korsleting, warga curiga terkait solar subsidi.
Bone, DNID.co.id – Penyebab kebakaran sebuah mobil SUV di Dusun Labombo, Desa Wanuawaru, Kecamatan Libureng, Senin (7/9/2026) siang, masih simpang siur.
Polisi menyebut akibat korsleting. Sementara warga sekitar menduga mobil tersebut terbakar saat digunakan untuk mengangkut solar subsidi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 Wita. Mobil jenis SUV warna maroon metallic dengan nomor polisi DD 192 TS hangus terbakar di area tempat pencucian mobil tak jauh dari SPBU Libureng.
Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian, pukul 14.45 Wita, dengan bantuan satu unit mobil tangki air milik Pabrik Gula Camming. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta.
Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Libureng IPTU Syafri, mobil tersebut merupakan milik Hj. Andi Sukmawati, 61 tahun, warga setempat.
Dari keterangan saksi, Asfiana Nova, 34 tahun yang merupakan anak pemilik, mobil saat itu diparkir di tempat pencucian mobil di area rumah dan sedang dalam proses diservis atau diperbaiki.
"Saat itu saksi melihat ada percikan api dari kap mobil bagian depan. Berselang beberapa menit kemudian api menjalar ke seluruh bagian mobil," tulis keterangan kepolisian.
Pihak Polsek Libureng telah mendatangi TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting pada komponen kelistrikan mobil.
Namun di tengah peristiwa tersebut, beredar informasi dari warga mengenai dugaan aktivitas pemindahan BBM subsidi jenis solar.
Seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan menyebut mobil yang terbakar diduga digunakan untuk mengangkut solar dari SPBU menuju sebuah gudang di sekitar lokasi.
"Gudangnya SD, itu di depan SPBU," ujar sumber tersebut. Ia juga menduga kebakaran terjadi saat BBM sedang dipindahkan dari kendaraan ke tempat penampungan.
Sumber yang sama menyebut inisial SD diduga berperan sebagai pengumpul BBM dan disebut bekerja sama dengan HM dalam aktivitas tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan mengenai aktivitas penampungan dan pengumpulan solar subsidi itu masih sebatas informasi warga dan belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Adanya dua versi awal ini membuat peristiwa tersebut menyisakan tanda tanya. Apakah kebakaran itu murni akibat korsleting, atau terkait dengan aktivitas lain di lokasi.
DNID.co.id masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya mengenai kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas solar subsidi di lokasi tersebut.