Tak Terima Ditegur, Oknum Polisi Polres Jeneponto Cekik Karyawan Indomaret

Jeneponto – Dnid.co.id Seorang anggota Polri yang disebut bertugas di Polres Jeneponto, Polda Sulawesi Selatan, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang karyawan Indomaret di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (9/9/2026), saat sejumlah karyawan dan pekerja tengah melakukan perbaikan pendingin ruangan (AC) serta pekerjaan renovasi di salah satu gerai Indomaret di wilayah Bangkala.

Berdasarkan keterangan salah seorang karyawan, Dedi, situasi tiba-tiba berubah ketika seorang pria yang disebut bernama Imran dan diketahui sebagai anggota Polres Jeneponto datang dalam kondisi marah-marah.

Dedi mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang membuat pria tersebut keberatan. Namun, menurut dia, anggota polisi tersebut meminta aktivitas perbaikan AC dan pekerjaan lainnya dihentikan karena dianggap mengganggu waktu istirahat.

“Saat itu ada anggota polisi bernama Imran. Saya kurang tahu pangkatnya. Dia bertugas di Polres Jeneponto. Dia datang dan marah-marah, kemudian meminta pekerjaan dihentikan,” kata Dedi.

Dedi mengaku, saat dirinya berada di lokasi untuk memantau pekerjaan, anggota polisi tersebut kemudian mendatanginya dan diduga mencekik lehernya.

“Pas saya ke sana, langsung dicekik leher saya. Setelah itu dia meminta semua pekerja berhenti karena katanya mengganggu istirahat,” ungkapnya.

Menurut Dedi, gerai tersebut berdiri di atas bangunan yang disewa oleh pihak Indomaret. Karena itu, aktivitas perbaikan AC maupun renovasi dilakukan dalam rangka menunjang operasional toko.

Ia menyebut, persoalan antara oknum polisi tersebut dengan pihak toko bukan kali pertama terjadi. Dedi mengaku beberapa kali terjadi teguran maupun kemarahan terhadap pekerja Indomaret.

“Katanya dia punya bangunan dan Indomaret menyewa. Tapi aktivitas perbaikan dan renovasi dilakukan karena memang untuk kebutuhan toko,” ujarnya.

Dedi juga mengungkapkan, sebelumnya pernah terjadi persoalan ketika tim toko menegur pria tersebut karena merokok di dalam area toko.

“Pernah juga marah ketika tim toko melarang merokok di dalam toko,” katanya.

Lebih jauh, Dedi menyampaikan bahwa dirinya beberapa kali melihat anggota polisi tersebut marah-marah ketika berada di sekitar toko. Ia juga mengaku mencium bau yang menurutnya menyerupai minuman beralkohol ketika yang bersangkutan sedang marah.

Namun, mengenai dugaan tersebut, Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti apa yang dikonsumsi oleh anggota polisi tersebut. Pernyataan itu merupakan pengakuan berdasarkan apa yang ia rasakan saat berada di lokasi.

Dedi berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan tidak kembali terjadi tindakan kekerasan terhadap pekerja yang sedang menjalankan tugas.

Kasus dugaan kekerasan tersebut juga diharapkan mendapat perhatian dari pihak terkait, khususnya institusi kepolisian, untuk memastikan setiap anggota Polri tetap mengedepankan sikap profesional dan tidak melakukan tindakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Saya juga akan melapor kejadian itu ke Polres Jeneponto,” ucapnya menegaskan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Jeneponto maupun pihak terkait mengenai dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota bernama Imran tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 9 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Kingze

Sumber Berita: Korban

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 567 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA