Bone, DNID.co.id – Ruas Jalan Beramal di Kabupaten Bone yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada 29 Desember 2025, kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan kerusakan berupa lubang di badan jalan meski usia proyek belum genap satu tahun.
Jalan yang dikerjakan menggunakan Bantuan Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 melalui BMCKTR Bone dan dikerjakan oleh CV Ilham Jaya Anugrah itu diketahui mengalami kerusakan pada titik tertentu.
Dari pantauan di lokasi ditemukan dua lubang dengan ukuran berbeda, masing-masing berdiameter sekitar 70 sentimeter dan 30 sentimeter ruas jalan lansat tepatnya di jalan Rambutan.
Kerusakan tersebut bahkan telah memakan korban. Pada Rabu (10/6/2026) dini hari, seorang pengendara sepeda motor bernama Tamrin mengalami kecelakaan setelah terjatuh akibat tidak melihat lubang di badan jalan.
Kondisi penerangan yang minim disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.
Tamrin (47) mengaku tidak menyangka jalan yang baru beberapa bulan diresmikan itu sudah mengalami kerusakan.
“Saya tidak lihat ada lubang karena masih gelap. Saya buru-buru mau ke pasar dan tidak menyangka kalau jalan yang belum satu tahun ini sudah rusak,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, Tamrin mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Selain itu, kap motor dan lampu utama kendaraannya juga mengalami kerusakan cukup parah.
Tamrin meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan jalan tersebut.
“Harus diperiksa. Jangan sampai asal kerja tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas pekerjaan. Jalan ini kan dibanggakan masyarakat, jadi mutunya juga harus benar-benar bagus,” katanya.
Setelah menjadi perhatian masyarakat, kerusakan pada ruas jalan tersebut mulai diperbaiki. Pihak pelaksana terlihat membongkar bagian aspal yang rusak menggunakan alat pemotong hingga membentuk bidang persegi sebelum dilakukan pengaspalan ulang.
Namun di ruas jalan yang sama, tidak jauh dari lokasi lubang, masih terlihat adanya gundukan dan retakan halus pada permukaan aspal.
Retakan tersebut menyerupai pola yang dalam dunia konstruksi jalan dikenal sebagai fatigue cracking atau retak kulit buaya, yang umumnya berkaitan dengan penurunan kekuatan lapisan perkerasan atau beban berulang pada permukaan jalan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan BMCKTR Kabupaten Bone, Jumran, mengatakan kerusakan yang terjadi hanya berada pada titik tertentu dan tidak mewakili keseluruhan pekerjaan jalan.
“Ini hanya titik, tidak mewakili keseluruhan pekerjaan aspal dan akan diperbaiki kembali,” kata Jumran saat di konfirmasi DNID.co.id, Jumat (19/06/2026)
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar, terdapat dugaan kerusakan dipicu oleh tumpahan solar dari kendaraan berat yang kerap parkir di lokasi tersebut.
“Kata masyarakat di situ ada tumpahan solar dari mobil-mobil truk yang sering parkir karena awalnya hanya berupa lubang kecil. Kemarin juga sempat terlihat ada warna hitam-hitam di atas aspal. Tapi sekarang sudah mau diaspal kembali,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana, Guntur, menegaskan kerusakan yang terjadi bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi maupun mutu pekerjaan.
Menurutnya, kerusakan muncul akibat tetesan solar dari kendaraan besar yang rutin parkir di kawasan Jalan Langsat, lokasi titik kerusakan tersebut.
“Mobil besar yang selalu parkir di Jalan Langsat, tangki solarnya menetes dalam waktu lama. Itu pasti merusak permukaan aspal,” kata Guntur saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan bahwa solar memiliki sifat yang dapat merusak ikatan campuran aspal sehingga permukaan jalan menjadi lunak dan akhirnya mengalami kerusakan.
“Karena solar bisa mengekstraksi campuran aspal,” jelasnya.
Guntur juga memastikan titik jalan yang rusak akan segera diaspal kembali.
Terkait pembiayaan perbaikan, ia menegaskan seluruh biaya menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Iya pasti. Biaya perbaikan tanggungan kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai langkah pencegahan agar kerusakan serupa tidak terulang, Guntur mengatakan persoalan kendaraan yang sering parkir di lokasi tersebut nantinya akan dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan pihak terkait.
“Kalau masalah parkiran mobil di lokasi tersebut, nanti Dinas PU yang berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Mengenai dugaan bahwa kerusakan bisa saja berasal dari faktor konstruksi, Guntur membantah hal tersebut. Ia meyakini kerusakan yang terjadi murni disebabkan faktor eksternal karena hanya muncul pada satu titik tertentu.
“Itu murni tumpahan solar karena terjadi pada titik tertentu. Kalau dianggap kegagalan konstruksi, pasti jalan yang berlubang bukan cuma satu titik. Saya kira sudah jelas penyebabnya,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kontraktor menyatakan persoalan tersebut tetap akan dikoordinasikan dengan Dinas PU agar penjelasan mengenai penyebab kerusakan dapat disampaikan secara tepat kepada masyarakat.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena ruas Jalan Beramal merupakan salah satu proyek infrastruktur yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman pada akhir 2025 lalu. Saat itu, peresmian juga dihadiri dan didampingi oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.
Kini masyarakat menanti hasil evaluasi dan penjelasan resmi dari pihak teknis pemerintah untuk memastikan penyebab kerusakan, sekaligus menjamin kualitas jalan yang dibangun menggunakan anggaran publik tetap terjaga.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Sempat Dibanggakan Saat Diresmikan, Kini infrastruktur Jalan Beramal Bone Berlubang dan Memakan Korban
JUMAT, 19 JUNI 2026
Lubang yang muncul dan menelan korban memicu sorotan publik, kontraktor menyebut penyebabnya bukan mutu pekerjaan melainkan faktor eksternal.
Bone, DNID.co.id – Ruas Jalan Beramal di Kabupaten Bone yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada 29 Desember 2025, kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan kerusakan berupa lubang di badan jalan meski usia proyek belum genap satu tahun.
Jalan yang dikerjakan menggunakan Bantuan Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 melalui BMCKTR Bone dan dikerjakan oleh CV Ilham Jaya Anugrah itu diketahui mengalami kerusakan pada titik tertentu.
Dari pantauan di lokasi ditemukan dua lubang dengan ukuran berbeda, masing-masing berdiameter sekitar 70 sentimeter dan 30 sentimeter ruas jalan lansat tepatnya di jalan Rambutan.
Kerusakan tersebut bahkan telah memakan korban. Pada Rabu (10/6/2026) dini hari, seorang pengendara sepeda motor bernama Tamrin mengalami kecelakaan setelah terjatuh akibat tidak melihat lubang di badan jalan.
Kondisi penerangan yang minim disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.
Tamrin (47) mengaku tidak menyangka jalan yang baru beberapa bulan diresmikan itu sudah mengalami kerusakan.
"Saya tidak lihat ada lubang karena masih gelap. Saya buru-buru mau ke pasar dan tidak menyangka kalau jalan yang belum satu tahun ini sudah rusak," ujarnya.
Akibat kejadian itu, Tamrin mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Selain itu, kap motor dan lampu utama kendaraannya juga mengalami kerusakan cukup parah.
Tamrin meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan jalan tersebut.
"Harus diperiksa. Jangan sampai asal kerja tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas pekerjaan. Jalan ini kan dibanggakan masyarakat, jadi mutunya juga harus benar-benar bagus," katanya.
Setelah menjadi perhatian masyarakat, kerusakan pada ruas jalan tersebut mulai diperbaiki. Pihak pelaksana terlihat membongkar bagian aspal yang rusak menggunakan alat pemotong hingga membentuk bidang persegi sebelum dilakukan pengaspalan ulang.
Namun di ruas jalan yang sama, tidak jauh dari lokasi lubang, masih terlihat adanya gundukan dan retakan halus pada permukaan aspal.
Retakan tersebut menyerupai pola yang dalam dunia konstruksi jalan dikenal sebagai fatigue cracking atau retak kulit buaya, yang umumnya berkaitan dengan penurunan kekuatan lapisan perkerasan atau beban berulang pada permukaan jalan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan BMCKTR Kabupaten Bone, Jumran, mengatakan kerusakan yang terjadi hanya berada pada titik tertentu dan tidak mewakili keseluruhan pekerjaan jalan.
"Ini hanya titik, tidak mewakili keseluruhan pekerjaan aspal dan akan diperbaiki kembali," kata Jumran saat di konfirmasi DNID.co.id, Jumat (19/06/2026)
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar, terdapat dugaan kerusakan dipicu oleh tumpahan solar dari kendaraan berat yang kerap parkir di lokasi tersebut.
"Kata masyarakat di situ ada tumpahan solar dari mobil-mobil truk yang sering parkir karena awalnya hanya berupa lubang kecil. Kemarin juga sempat terlihat ada warna hitam-hitam di atas aspal. Tapi sekarang sudah mau diaspal kembali," ujarnya.
Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana, Guntur, menegaskan kerusakan yang terjadi bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi maupun mutu pekerjaan.
Menurutnya, kerusakan muncul akibat tetesan solar dari kendaraan besar yang rutin parkir di kawasan Jalan Langsat, lokasi titik kerusakan tersebut.
"Mobil besar yang selalu parkir di Jalan Langsat, tangki solarnya menetes dalam waktu lama. Itu pasti merusak permukaan aspal," kata Guntur saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan bahwa solar memiliki sifat yang dapat merusak ikatan campuran aspal sehingga permukaan jalan menjadi lunak dan akhirnya mengalami kerusakan.
"Karena solar bisa mengekstraksi campuran aspal," jelasnya.
Guntur juga memastikan titik jalan yang rusak akan segera diaspal kembali.
Terkait pembiayaan perbaikan, ia menegaskan seluruh biaya menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
"Iya pasti. Biaya perbaikan tanggungan kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan," tegasnya.
Saat ditanya mengenai langkah pencegahan agar kerusakan serupa tidak terulang, Guntur mengatakan persoalan kendaraan yang sering parkir di lokasi tersebut nantinya akan dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan pihak terkait.
"Kalau masalah parkiran mobil di lokasi tersebut, nanti Dinas PU yang berkoordinasi dengan pihak terkait," katanya.
Mengenai dugaan bahwa kerusakan bisa saja berasal dari faktor konstruksi, Guntur membantah hal tersebut. Ia meyakini kerusakan yang terjadi murni disebabkan faktor eksternal karena hanya muncul pada satu titik tertentu.
"Itu murni tumpahan solar karena terjadi pada titik tertentu. Kalau dianggap kegagalan konstruksi, pasti jalan yang berlubang bukan cuma satu titik. Saya kira sudah jelas penyebabnya," ujarnya.
Meski demikian, pihak kontraktor menyatakan persoalan tersebut tetap akan dikoordinasikan dengan Dinas PU agar penjelasan mengenai penyebab kerusakan dapat disampaikan secara tepat kepada masyarakat.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena ruas Jalan Beramal merupakan salah satu proyek infrastruktur yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman pada akhir 2025 lalu. Saat itu, peresmian juga dihadiri dan didampingi oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.
Kini masyarakat menanti hasil evaluasi dan penjelasan resmi dari pihak teknis pemerintah untuk memastikan penyebab kerusakan, sekaligus menjamin kualitas jalan yang dibangun menggunakan anggaran publik tetap terjaga.