Zalim Kalau Warga Miskin Tak Terdata, Wabup Bone Luncurkan Sipakatau dan Verifikasi 7.000 Data Warga

 

Aplikasi Sipakatau Resmi Diluncurkan, 7.000 Data Warga Diverifikasi untuk Pastikan Bantuan Tak Salah Sasaran

 

Bone, DNID.co.id Pemerintah Kabupaten Bone resmi meluncurkan Aplikasi Sipakatau, Senin (29/6/2026), sebagai senjata baru dalam memerangi kemiskinan dan memastikan seluruh program bantuan pemerintah tepat sasaran.

Peluncuran aplikasi yang dipusatkan di Gedung PKK Kabupaten Bone itu dipimpin langsung Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta 372 enumerator desa dan kelurahan.

Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa persoalan utama dalam pengentasan kemiskinan selama ini adalah ketidakakuratan data.

“Zalim rasanya jika masih ada masyarakat kita yang hidup dalam kemiskinan ekstrem sementara pemerintah tidak memiliki data yang akurat. Karena itu, seluruh OPD harus menjadikan data ini sebagai acuan dalam menyusun setiap program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Wabup, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah setiap tahun. Yang paling penting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Selama ini anggaran yang turun sangat besar, tetapi hasilnya harus bisa diukur secara kuantitatif. Kalau angka kemiskinan bisa turun dari sembilan persen menjadi delapan persen, itulah bukti bahwa program pemerintah berjalan efektif,” ujarnya.

Andi Akmal menekankan, seluruh OPD harus menggunakan data yang sama agar tidak ada lagi program yang tumpang tindih atau bantuan yang salah sasaran.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, H. Jemmi, menjelaskan bahwa Aplikasi Sipakatau merupakan bentuk modernisasi pelayanan kesejahteraan sosial di Kabupaten Bone.

Menurutnya, aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk mendata masyarakat penerima bantuan, tetapi juga mengintegrasikan berbagai informasi penting, mulai dari data kependudukan, bantuan sosial, hingga program jaminan kesehatan masyarakat.

“Aplikasi Sipakatau hadir sebagai bentuk modernisasi pelayanan kesejahteraan sosial. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam menentukan sasaran program sehingga bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” kata Jemmi.

Dia menyebutkan, pengembangan aplikasi itu juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia serta mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bone menuju Bone Maberre’ atau Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.

Sebanyak 372 enumerator yang berasal dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bone telah diterjunkan untuk melakukan pemutakhiran data secara langsung di lapangan.

Hasilnya, sekitar 7.000 data masyarakat berhasil diverifikasi dan diperbarui.

“Kami berterima kasih kepada seluruh enumerator yang bekerja secara profesional. Sekitar 7.000 data telah diverifikasi dan diperbarui sehingga Kabupaten Bone memiliki basis data kesejahteraan sosial yang semakin valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Data yang terkumpul melalui Aplikasi Sipakatau nantinya juga akan menjadi dasar kerja sama lintas sektor, termasuk dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan dan masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bone juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh warga memperoleh akses pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

“Tidak boleh ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi. Pemerintah hadir melalui berbagai program pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat yang seluruh pembiayaannya ditanggung negara. Begitu pula layanan kesehatan, semuanya harus berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Andi Akmal.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Bone mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak melupakan hakikatnya sebagai pelayan masyarakat.

“Jangan pernah merasa sombong karena jabatan. Kita ini adalah abdi negara dan pelayan masyarakat. Jabatan bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tandasnya.

Peluncuran Aplikasi Sipakatau diharapkan menjadi titik awal pembenahan data kesejahteraan sosial di Kabupaten Bone, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan dan memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 29 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus
Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan
Distribusi BBM kembali Normal Pembelajaran Tatap Muka di Maros kembali Normal
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WITA

Sembilan Jurnalis Kepri Bergabung dengan DPP PJS, Kompetensi dan Advokasi Jadi Fokus

Kamis, 17 September 2026 - 15:50 WITA

Di Balik Gunting Pita Jalan Lemo-Pasaka Kahu, Nama AIA Tidak Muncul di Pemberitaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:26 WITA

Distribusi BBM kembali Normal Pembelajaran Tatap Muka di Maros kembali Normal

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WITA

Kapolres Bulukumba Lantik Kompol H. Haedar Muis sebagai Kapolsek Gantarang

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA