TAKALAR, DNID.co.id — Di tengah kelangkaan dan keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir, pelayanan salah satu SPBU di Kabupaten Takalar justru mendapat sorotan masyarakat.
SPBU dengan nomor 74.922.47 di Kabupaten Takalar diduga melayani pembelian BBM subsidi menggunakan jerigen.
Menurutnya, saat itu operator SPBU menyampaikan bahwa stok BBM untuk pengendara telah habis dan memasang papan pemberitahuan bahwa BBM habis.
Namun, warga tersebut mengaku melihat sejumlah jerigen justru mendapatkan pelayanan pengisian BBM.
“Saya video karena saya jengkel.
Operator SPBU mengatakan BBM sudah habis dan menggunakan papan nama. Tetapi faktanya saya melihat mereka tetap melayani pengisian lewat jerigen, bahkan ada puluhan jerigen yang dilayani,” ungkap warga tersebut.
Ia mempertanyakan kebijakan pelayanan SPBU tersebut, terutama ketika masyarakat harus mengantre berjam-jam bahkan hingga bermalam untuk mendapatkan BBM subsidi.
“Kenapa saat BBM sedang langka, pengisian melalui jerigen justru tetap dilayani, sementara pengendara harus antre lama untuk mendapatkan BBM subsidi?” ujarnya.
Kondisi kelangkaan BBM subsidi disebut turut berdampak terhadap masyarakat di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
Para pengendara bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Atas dugaan tersebut, warga berharap Polres Takalar turun tangan melakukan pengecekan dan menindaklanjuti dugaan pelayanan BBM subsidi melalui jerigen tersebut.
Ia juga meminta aparat melakukan pengawasan terhadap operator maupun pengawas SPBU guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.
“Kami berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Takalar, menyikapi persoalan ini.
Lakukan patroli dan pengawasan agar masyarakat, khususnya pengendara, mendapatkan BBM subsidi sesuai ketentuan,” jelasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
TAKALAR, DNID.co.id — Di tengah kelangkaan dan keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir, pelayanan salah satu SPBU di Kabupaten Takalar justru mendapat sorotan masyarakat.
SPBU dengan nomor 74.922.47 di Kabupaten Takalar diduga melayani pembelian BBM subsidi menggunakan jerigen.
Dugaan tersebut disampaikan seorang warga yang mengaku melihat adanya pengisian BBM menggunakan jerigen dalam jumlah cukup banyak.
Warga tersebut mengaku sempat merekam aktivitas di SPBU beberapa hari lalu setelah dirinya hendak mengisi BBM.
Menurutnya, saat itu operator SPBU menyampaikan bahwa stok BBM untuk pengendara telah habis dan memasang papan pemberitahuan bahwa BBM habis.
Namun, warga tersebut mengaku melihat sejumlah jerigen justru mendapatkan pelayanan pengisian BBM.
"Saya video karena saya jengkel.
Operator SPBU mengatakan BBM sudah habis dan menggunakan papan nama. Tetapi faktanya saya melihat mereka tetap melayani pengisian lewat jerigen, bahkan ada puluhan jerigen yang dilayani," ungkap warga tersebut.
Ia mempertanyakan kebijakan pelayanan SPBU tersebut, terutama ketika masyarakat harus mengantre berjam-jam bahkan hingga bermalam untuk mendapatkan BBM subsidi.
"Kenapa saat BBM sedang langka, pengisian melalui jerigen justru tetap dilayani, sementara pengendara harus antre lama untuk mendapatkan BBM subsidi?" ujarnya.
Kondisi kelangkaan BBM subsidi disebut turut berdampak terhadap masyarakat di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
Para pengendara bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Atas dugaan tersebut, warga berharap Polres Takalar turun tangan melakukan pengecekan dan menindaklanjuti dugaan pelayanan BBM subsidi melalui jerigen tersebut.
Ia juga meminta aparat melakukan pengawasan terhadap operator maupun pengawas SPBU guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.
"Kami berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Takalar, menyikapi persoalan ini.
Lakukan patroli dan pengawasan agar masyarakat, khususnya pengendara, mendapatkan BBM subsidi sesuai ketentuan," jelasnya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.