Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Begini Dampaknya Bagi Mesin Kendaraan?

Jakarta, DNID.co.id- Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (RS) ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.

Dalam keterangan resmi Kejaksaan Agung, PT Pertamina Patra Niaga diduga membeli Pertalite untuk kemudian di-blending atau dioplos menjadi Pertamax.

Namun pada saat pembelian, Pertalite tersebut dibeli dengan harga Pertamax.

Lalu, bagaimana dampak bagi mesin kendaraan setelah menggunakan bensin oplosan? Mengutip laman resmi Suzuki, mencampur BBM bukan hal yang direkomendasikan, karena setiap jenis bensin memiliki perbedaan dari segi karakteristik.

“Kedua jenis BBM yang banyak dipakai, yaitu Pertalite dan Pertamax, memiliki karakter sulfur yang berbeda.

Selain itu, muatan dari kedua BBM tersebut juga berbeda, termasuk tingkat oktan yang dimilikinya,” tulis keterangan tersebut yang dikutip NU Online, pada Selasa (25/2/2025).

1. Menurunkan kualitas bahan bakar Setiap jenis bensin memiliki karakteristik yang berbeda, misalnya terkait nilai oktan. Setiap nilai oktan belum tentu sesuai dengan kompresi dari mesin kendaraan.

Karena itu, penting untuk memilih jenis BBM yang direkomendasikan oleh pabrik kendaraan, sesuai dengan tipe kendaraannya. Jika mencampurkan dua jenis bahan bakar, terlebih jika nilai oktan tidak sesuai dengan kompresi mesin, maka bisa membuat kualitas bahan bakar jadi menurun. Selanjutnya, bisa menjadi tidak maksimal ketika melakukan pembakaran. Baca Juga Pertimbangkan Daya Beli, Harga Pertalite Tetap

2. Tarikan mesin jadi berat Dampak negatif kedua yang bisa timbul dari mencampur BBM yaitu dapat membuat tarikan mesin menjadi berat. Hal ini bisa terjadi untuk kendaraan motor maupun mobil, sehingga sebaiknya diperlukan perhatian yang maksimal.

3. Mesin ngelitik Bahaya mencampur BBM lainnya adalah membuat mesin kendaraan jadi ngelitik atau knocking. Terjadinya hal ini disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna.

4. Menurunnya performa mesin Kemudian, bensin oplosan bisa menurunkan performa dari motor atau mobil. Pola pengisian BBM dengan mencampurkan jenis yang berbeda, bisa memberikan dampak negatif pada mesin kendaraan. Jika memakai jenis bahan bakar yang berbeda, maka bahan bakar tersebut tidak bisa melebur dengan sempurna. Selanjutnya, akan berdampak terhadap munculnya residu yang bisa menghasilkan kerak. 5. Meningkatkan emisi Mencampur Pertamax dan Pertalite juga dapat meningkatkan emisi yang dihasilkan oleh mobil. Emisi yang dihasilkan oleh mobil sangat berpengaruh pada lingkungan sekitar. Jika emisi yang dihasilkan semakin tinggi, maka akan berdampak buruk pada kualitas udara dan lingkungan sekitar. Mencampur Pertamax dan Pertalite yang oktan-nya berbeda dapat membuat mesin kendaraan tidak efisien dalam mengkonsumsi bahan bakar, sehingga meningkatkan emisi yang dihasilkan. Selain itu, mencampur Pertalite dengan Pertamax dapat membuat mesin kendaraan bekerja dengan lebih keras, sehingga meningkatkan emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan.

Sumber: NU Online

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 26 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: 02 MR

Editor: Admin

Sumber Berita: NU Online

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Berita Terbaru