Tak Ada Toleransi! Satlantas Polres Bone Tegaskan Perang Total terhadap Knalpot Brong dan Balapan Liar Jelang Ramadhan
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi, saat menggelar ngopi pagi dan silaturahmi bersama sejumlah jurnalis Kabupaten Bone di salah satu kafe
188 Pelanggaran Ditegur, 94 Knalpot Brong Dimusnahkan; Tim Khusus Dibentuk, Proses Hukum Tanpa “Titipan” Selama Ramadhan
BONE, DNID.CO.ID — Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bone, AKP Musmulyadi, menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku balapan liar dan pengguna knalpot brong menjelang Bulan Suci Ramadhan. Penegasan itu disampaikan saat menggelar ngopi pagi bersama jurnalis Kabupaten Bone di salah satu kafe di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan media untuk menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat, Ramadhan harus berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan nyaman terutama pada malam hari dan selepas salat subuh yang kerap menjadi waktu rawan balap liar.
“Kami minta rekan-rekan jurnalis sebagai mitra ikut menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan balapan liar dan tidak menggunakan knalpot brong. Mari kita jaga kekhusyukan ibadah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kasat Lantas juga memaparkan hasil Operasi Keselamatan Pallawa yang digelar selama 14 hari sebagai langkah awal menuju Operasi Ketupat di pertengahan Ramadhan.
Selama operasi, tercatat 188 tindakan berupa teguran menggunakan blangko resmi teguran, bukan tilang konvensional. Rinciannya:
94 pelanggaran knalpot brong
77 pelanggaran tidak menggunakan helm
17 pelanggaran tidak menggunakan safety belt
Khusus knalpot brong, seluruh pelanggar diwajibkan mengganti knalpot di tempat. Knalpot brong dihancurkan oleh pengendara sendiri dan kemudian disita petugas.
Pendekatan yang digunakan selama Operasi Keselamatan lebih bersifat edukatif dan preventif. Namun, Kasat menegaskan pendekatan tegas akan diberlakukan penuh saat Ramadhan.
Data kecelakaan selama operasi menunjukkan 23 kasus laka lantas dengan rincian:
Meninggal dunia: Nihil
Luka berat: Nihil
Luka ringan: 37 orang
Kerugian materil: Rp41.300.000
Jika dibandingkan dengan Operasi Keselamatan tahun 2025, capaian korban meninggal dunia tetap berhasil ditekan di angka nol. Menurutnya, ini menjadi indikator bahwa langkah preventif dan pengawasan berbasis data mulai menunjukkan hasil.
Memasuki Ramadhan, Satlantas membentuk tim khusus untuk mengantisipasi balapan liar. Penindakan akan dilakukan tanpa kompromi.
“Sudah tidak ada istilah titipan. Pelanggar langsung berproses dan berhubungan dengan kejaksaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendatangi kantor polisi untuk meminta keringanan jika ada keluarga yang diamankan. Menurutnya, dukungan terbaik adalah membantu mencegah pelanggaran sejak awal.
Target yang dicanangkan jelas ” Bone Zero Knalpot Brong dan Zero Balap Liar ” .
Kasat menjelaskan bahwa penempatan anggota di lapangan dilakukan berdasarkan data titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Tidak ada penugasan secara acak.
“Kalau lokasi A rawan macet, tidak mungkin anggota kami tempatkan di lokasi B. Kami fokus di titik yang sering terjadi laka dan kemacetan,” ujarnya.
Pelanggaran dominan masih pada penggunaan knalpot brong dan tidak memakai helm. Mayoritas pelanggar berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat pedesaan yang belum sepenuhnya memahami adanya operasi keselamatan, meski tidak didominasi satu kelompok tertentu.
Ia memastikan seluruh knalpot yang sudah diamankan tidak ada yang dikembalikan, sekalipun ada permintaan dari oknum atau pihak tertentu.
Selain penindakan, Satlantas juga aktif melakukan edukasi melalui program polisi masuk sekolah. Kasat Lantas turun langsung menjadi inspektur upacara untuk memberikan pemahaman tertib berlalu lintas kepada siswa. Guru dan kepala sekolah diminta ikut berperan menyampaikan pentingnya keselamatan berkendara.
Faktor penyebab kecelakaan tidak hanya human error, tetapi juga infrastruktur seperti jalan rusak, minim penerangan, dan traffic light bermasalah. Satlantas telah menggelar rapat forum bersama Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, PU, dan Dinas Kesehatan.
Sebagai langkah konkret, pihaknya bahkan berinisiatif menambal jalan berlubang di jembatan Desa Passippo yang kerap memicu kecelakaan, setelah surat permintaan perbaikan belum juga direalisasikan.
Dalam operasi, tidak ditemukan pelanggaran yang melibatkan kendaraan dinas maupun aparat pemerintah.
Satlantas juga menertibkan penggunaan plat nomor bodong untuk menghindari tilang elektronik (ETLE). Satu kendaraan roda empat terjaring menggunakan plat rekayasa dan langsung diperintahkan mengganti sesuai STNK.
Selain itu, sosialisasi terus dilakukan terkait penggunaan sepeda listrik di jalan raya. Ditekankan bahwa sepeda listrik diperuntukkan bagi kawasan perumahan dan tempat wisata, bukan jalan raya, demi menghindari kecelakaan fatal.
Melalui sinergi dengan media, Kasat Lantas berharap pesan tegas ini sampai ke keluarga, tetangga, dan lingkungan terdekat.
“Saya ingin Bone aman, nyaman, dan tenang. Knalpot brong dan balapan liar pasti kami tindak tegas,” tegasnya.
Menjelang Ramadhan, Satlantas tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada toleransi bagi pelanggar, karena ketertiban adalah kunci kekhusyukan ibadah dan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tak Ada Toleransi! Satlantas Polres Bone Tegaskan Perang Total terhadap Knalpot Brong dan Balapan Liar Jelang Ramadhan
SELASA, 17 FEBRUARI 2026
188 Pelanggaran Ditegur, 94 Knalpot Brong Dimusnahkan; Tim Khusus Dibentuk, Proses Hukum Tanpa “Titipan” Selama Ramadhan
BONE, DNID.CO.ID — Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bone, AKP Musmulyadi, menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku balapan liar dan pengguna knalpot brong menjelang Bulan Suci Ramadhan. Penegasan itu disampaikan saat menggelar ngopi pagi bersama jurnalis Kabupaten Bone di salah satu kafe di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan media untuk menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat, Ramadhan harus berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan nyaman terutama pada malam hari dan selepas salat subuh yang kerap menjadi waktu rawan balap liar.
“Kami minta rekan-rekan jurnalis sebagai mitra ikut menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan balapan liar dan tidak menggunakan knalpot brong. Mari kita jaga kekhusyukan ibadah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kasat Lantas juga memaparkan hasil Operasi Keselamatan Pallawa yang digelar selama 14 hari sebagai langkah awal menuju Operasi Ketupat di pertengahan Ramadhan.
Selama operasi, tercatat 188 tindakan berupa teguran menggunakan blangko resmi teguran, bukan tilang konvensional. Rinciannya:
94 pelanggaran knalpot brong
77 pelanggaran tidak menggunakan helm
17 pelanggaran tidak menggunakan safety belt
Khusus knalpot brong, seluruh pelanggar diwajibkan mengganti knalpot di tempat. Knalpot brong dihancurkan oleh pengendara sendiri dan kemudian disita petugas.
Pendekatan yang digunakan selama Operasi Keselamatan lebih bersifat edukatif dan preventif. Namun, Kasat menegaskan pendekatan tegas akan diberlakukan penuh saat Ramadhan.
Data kecelakaan selama operasi menunjukkan 23 kasus laka lantas dengan rincian:
Meninggal dunia: Nihil
Luka berat: Nihil
Luka ringan: 37 orang
Kerugian materil: Rp41.300.000
Jika dibandingkan dengan Operasi Keselamatan tahun 2025, capaian korban meninggal dunia tetap berhasil ditekan di angka nol. Menurutnya, ini menjadi indikator bahwa langkah preventif dan pengawasan berbasis data mulai menunjukkan hasil.
Memasuki Ramadhan, Satlantas membentuk tim khusus untuk mengantisipasi balapan liar. Penindakan akan dilakukan tanpa kompromi.
“Sudah tidak ada istilah titipan. Pelanggar langsung berproses dan berhubungan dengan kejaksaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendatangi kantor polisi untuk meminta keringanan jika ada keluarga yang diamankan. Menurutnya, dukungan terbaik adalah membantu mencegah pelanggaran sejak awal.
Target yang dicanangkan jelas " Bone Zero Knalpot Brong dan Zero Balap Liar " .
Kasat menjelaskan bahwa penempatan anggota di lapangan dilakukan berdasarkan data titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Tidak ada penugasan secara acak.
“Kalau lokasi A rawan macet, tidak mungkin anggota kami tempatkan di lokasi B. Kami fokus di titik yang sering terjadi laka dan kemacetan,” ujarnya.
Pelanggaran dominan masih pada penggunaan knalpot brong dan tidak memakai helm. Mayoritas pelanggar berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat pedesaan yang belum sepenuhnya memahami adanya operasi keselamatan, meski tidak didominasi satu kelompok tertentu.
Ia memastikan seluruh knalpot yang sudah diamankan tidak ada yang dikembalikan, sekalipun ada permintaan dari oknum atau pihak tertentu.
Selain penindakan, Satlantas juga aktif melakukan edukasi melalui program polisi masuk sekolah. Kasat Lantas turun langsung menjadi inspektur upacara untuk memberikan pemahaman tertib berlalu lintas kepada siswa. Guru dan kepala sekolah diminta ikut berperan menyampaikan pentingnya keselamatan berkendara.
Faktor penyebab kecelakaan tidak hanya human error, tetapi juga infrastruktur seperti jalan rusak, minim penerangan, dan traffic light bermasalah. Satlantas telah menggelar rapat forum bersama Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, PU, dan Dinas Kesehatan.
Sebagai langkah konkret, pihaknya bahkan berinisiatif menambal jalan berlubang di jembatan Desa Passippo yang kerap memicu kecelakaan, setelah surat permintaan perbaikan belum juga direalisasikan.
Dalam operasi, tidak ditemukan pelanggaran yang melibatkan kendaraan dinas maupun aparat pemerintah.
Satlantas juga menertibkan penggunaan plat nomor bodong untuk menghindari tilang elektronik (ETLE). Satu kendaraan roda empat terjaring menggunakan plat rekayasa dan langsung diperintahkan mengganti sesuai STNK.
Selain itu, sosialisasi terus dilakukan terkait penggunaan sepeda listrik di jalan raya. Ditekankan bahwa sepeda listrik diperuntukkan bagi kawasan perumahan dan tempat wisata, bukan jalan raya, demi menghindari kecelakaan fatal.
Melalui sinergi dengan media, Kasat Lantas berharap pesan tegas ini sampai ke keluarga, tetangga, dan lingkungan terdekat.
“Saya ingin Bone aman, nyaman, dan tenang. Knalpot brong dan balapan liar pasti kami tindak tegas,” tegasnya.
Menjelang Ramadhan, Satlantas tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada toleransi bagi pelanggar, karena ketertiban adalah kunci kekhusyukan ibadah dan keselamatan seluruh pengguna jalan.