Diduga Pihak Hotel di Makassar Tutup Akses Jalan Warga, Ini Penyebabnya

Oplus_131072

Oplus_131072

Makassar,DNID.co.id – Diduga pemilik hotel berinisial Hotel G-P-P yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan menghadirkan ratusan preman untuk menghalangi masyarakat melewati jalur lorong Nirmalasari

Aksi tak terpuji itu luput dari pengawasan aparat kepolisian, baik itu Polda Sulsel, Polrestabes Makassar hingga Polsek Tamalanrea.

Dugaan kuat tindakan preman atas perintah pemilik hotel yang mengklaim bahwa tanah yang digunakan sebagai lorong masuk ke pemukiman penduduk merupakan milik mereka.

Tak terima dengan tindakan sepihak oleh para preman membuat warga emosi hingga nyaris bentrok.

Salah Satu kuasa hukum Ahli Waris Pemilik Hotel Nirmalasari mengaku geram dengan pengklaiman tersebut. Mengingat tanah tersebut akses jalan umum atau fasum yang digunakan puluhan tahun untuk warga yang tinggal dibelakang hotel Nirmalasari.

Dia menegaskan bahwa jalur tersebut sudah lama digunakan, kenapa sekarang baru pihak hotel Grand Puri Perintis mengklaim itu milik mereka.

“Mereka bawa preman untuk larang warga lewati jalur tersebut. Masalahnya akses jalan umum atau fasum yang kemudian Hotel GPP mengklaim tanah mereka,” ujarnya.

Kata Aldi, jika mereka klaim jalan itu milik mereka, maka harusnya menempuh jalur hukum, apalagi sudah ditangani oleh Polda Sulsel. Pada intinya, ia menegaskan bahwa jalur yang mereka tutup menggunakan cor beton adalah fasum dan masyarakat berhak menggunakannya.

“Intinya jalan akses masyarakat karena ada 9 kepala keluarga yang bermukim di belakang Hotel Nirmalasari dan sekarang mereka sulit karena para preman tutup menggunakan cor atas perintah pemilik Hotel GPP,” ucapnya menegaskan.

Aldi membeberkan saat ini kasus tanah itu sudah masuk laporan kepolisian di Polda Sulsel, laporan itu masih berjalan, belum ditahu siapa yg menyerobot dan siapa diserobot.

“Yang pastinya, kalau mau tutup akses jalan ini harus menggunakan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan dilaksanakan dengan perintah eksekusi,” ungkap Aldi kepada awak media.

“Masa negara dikalahkan oleh preman. Negara memberikan kewenangan untuk membuka akses jalan masyarakat. Kami harap ada pihak polisi melakukan tindak tegas masa ada preman yang menghalangi jalan orang ke rumah,” cetusnya.

Pada momentum itu, Aldi menyayangkan lambannya penanganan aparat kepolisian atas tindakan preman yang menggangu ketertiban dan kenyamanan warga. Apalagi para preman ini mengintimidasi hingga mengancam kehidupan masyarakat Kota Makassar.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 27 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Redaksi

Editor: Redaksi

Penanggung Jawab: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:44 WITA

Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA