EKONOMI MODE PERANG! Buruh Desak Pemerintah Batalkan Impor Mobil Mewah Rp24 T atau PHK Massal Menanti
Anthony Budiawan
JAKARTA,DNID.co.id – Indonesia sedang berada di bibir jurang krisis besar! Ancaman inflasi global yang mengerikan kini mulai mencekik sektor industri nasional. Di tengah situasi yang kian mencekam, para tokoh buruh dan ekonom senior mengeluarkan peringatan keras: Indonesia harus segera masuk ke “Ekonomi Mode Perang”!
Dalam diskusi panas yang digelar di Kantor KSPSI, Cilandak (4/3/2026), Ekonom Senior Anthony Budiawan membongkar fakta pahit.
Kenaikan harga energi dunia bukan lagi sekadar isu, melainkan bom waktu yang siap meledakkan gelombang PHK di mana-mana.
Anthony memperingatkan bahwa industri raksasa seperti tekstil dan plastik bakal jadi korban pertama. Kenaikan harga bahan baku seperti polimer dan metanol akibat meroketnya harga minyak akan memaksa pabrik-pabrik gulung tikar jika tak ada langkah luar biasa.
”Hampir seluruh sektor akan terdampak! Ini bukan main-main. Pemerintah harus beri stimulus nyata, atau kita akan melihat pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja besar-besaran!” tegas Anthony dengan nada mendesak.
Sentilan Pedas: “Stop Impor Mobil Mewah, Prioritaskan Perut Rakyat!”
Jumhur Hidayat Ketua Umum KSPSI
Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, tak kalah lantang. Ia menghantam kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai “buta” terhadap penderitaan rakyat. Jumhur menyoroti rencana gila impor mobil mewah senilai Rp24 Triliun yang dianggap sebagai penghinaan di tengah krisis.
”Kita ini sedang perang ekonomi! Jangan samakan dengan situasi normal. Anggaran Rp24 triliun untuk mobil mewah itu harus dibuang! Alihkan untuk rakyat yang terdampak langsung,” cecar Jumhur.
Usulan Gila: Naikkan Defisit ke 4% Demi Subsidi!
Demi menyelamatkan jaring pengaman sosial, kaum buruh memberikan lampu hijau bagi pemerintah untuk melanggar batas defisit anggaran dari 3% menjadi 4%. Namun, ada syarat mutlak yang tak bisa ditawar.
”Silakan defisit naik jadi 4%, tapi tambahan 1% itu murni untuk cadangan subsidi rakyat kecil! Dan ingat, harus transparan, jangan dicolong!” tambah Jumhur dengan berapi-api.
RUU Ketenagakerjaan: Pertarungan Pasca-Lebaran
Tak hanya soal anggaran, kaum buruh kini sedang bersiap mengawal RUU Ketenagakerjaan. Dialog intensif dengan DPR dan Pemerintah akan diledakkan segera setelah masa Lebaran. Ini menjadi titik krusial apakah regulasi baru nanti akan menjadi pelindung buruh atau justru kiamat bagi kesejahteraan mereka.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
EKONOMI MODE PERANG! Buruh Desak Pemerintah Batalkan Impor Mobil Mewah Rp24 T atau PHK Massal Menanti
KAMIS, 5 MARET 2026
JAKARTA,DNID.co.id – Indonesia sedang berada di bibir jurang krisis besar! Ancaman inflasi global yang mengerikan kini mulai mencekik sektor industri nasional. Di tengah situasi yang kian mencekam, para tokoh buruh dan ekonom senior mengeluarkan peringatan keras: Indonesia harus segera masuk ke "Ekonomi Mode Perang"!
Dalam diskusi panas yang digelar di Kantor KSPSI, Cilandak (4/3/2026), Ekonom Senior Anthony Budiawan membongkar fakta pahit.
Kenaikan harga energi dunia bukan lagi sekadar isu, melainkan bom waktu yang siap meledakkan gelombang PHK di mana-mana.
Sektor Tekstil & Plastik di Ujung Tanduk!
Anthony memperingatkan bahwa industri raksasa seperti tekstil dan plastik bakal jadi korban pertama. Kenaikan harga bahan baku seperti polimer dan metanol akibat meroketnya harga minyak akan memaksa pabrik-pabrik gulung tikar jika tak ada langkah luar biasa.
"Hampir seluruh sektor akan terdampak! Ini bukan main-main. Pemerintah harus beri stimulus nyata, atau kita akan melihat pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja besar-besaran!" tegas Anthony dengan nada mendesak.
Sentilan Pedas: "Stop Impor Mobil Mewah, Prioritaskan Perut Rakyat!"
Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, tak kalah lantang. Ia menghantam kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai "buta" terhadap penderitaan rakyat. Jumhur menyoroti rencana gila impor mobil mewah senilai Rp24 Triliun yang dianggap sebagai penghinaan di tengah krisis.
"Kita ini sedang perang ekonomi! Jangan samakan dengan situasi normal. Anggaran Rp24 triliun untuk mobil mewah itu harus dibuang! Alihkan untuk rakyat yang terdampak langsung," cecar Jumhur.
Usulan Gila: Naikkan Defisit ke 4% Demi Subsidi!
Demi menyelamatkan jaring pengaman sosial, kaum buruh memberikan lampu hijau bagi pemerintah untuk melanggar batas defisit anggaran dari 3% menjadi 4%. Namun, ada syarat mutlak yang tak bisa ditawar.
"Silakan defisit naik jadi 4%, tapi tambahan 1% itu murni untuk cadangan subsidi rakyat kecil! Dan ingat, harus transparan, jangan dicolong!" tambah Jumhur dengan berapi-api.
RUU Ketenagakerjaan: Pertarungan Pasca-Lebaran
Tak hanya soal anggaran, kaum buruh kini sedang bersiap mengawal RUU Ketenagakerjaan. Dialog intensif dengan DPR dan Pemerintah akan diledakkan segera setelah masa Lebaran. Ini menjadi titik krusial apakah regulasi baru nanti akan menjadi pelindung buruh atau justru kiamat bagi kesejahteraan mereka.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.