Tanpa Voting, Andi Asman Aklamasi Pimpin FKPPI Bone
Peserta Muscab X PC 1916 KB FKPPI Kabupaten Bone sepakat bulat menunjuk Bupati Bone Andi Asman Sulaiman sebagai ketua periode 2026–2031 dalam forum yang digelar di Aula Lateya Riduni, Watampone.
Bone, DNID.co.id — Keputusan penting lahir tanpa perdebatan panjang dalam Musyawarah Cabang (Muscab) X PC 1916 Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI–Polri (KB FKPPI) Kabupaten Bone.
Forum yang berlangsung di Aula Lateya Riduni, kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Kilometer Nol Kota Watampone, Rabu (11/3/2026), langsung menyepakati satu nama H. Andi Asman Sulaiman.
Tanpa proses voting, peserta Muscab secara bulat mengangkat Bupati Bone tersebut sebagai Ketua PC 1916 KB FKPPI Bone masa bakti 2026–2031. Aklamasi itu bukan sekadar formalitas organisasi. Banyak peserta menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap figur yang dianggap memahami nilai-nilai keluarga prajurit.
Suasana Aula Lateya Riduni siang itu terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar rapat organisasi, melainkan pertemuan yang sarat nuansa kekeluargaan dan sejarah.
Para peserta yang berasal dari berbagai rayon duduk berdampingan—anak-anak purnawirawan, putra-putri prajurit aktif, hingga tokoh organisasi veteran. Bagi banyak orang di ruangan itu, FKPPI bukan sekadar organisasi, tetapi ikatan emosional yang lahir dari warisan pengabdian orang tua mereka di TNI dan Polri.
Tema Muscab kali ini, “FKPPI Membangun Negeri Menuju Kabupaten Bone yang Maberre: Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan”, menggambarkan arah baru organisasi yang diharapkan semakin aktif dalam pembangunan daerah.
Di penghujung sidang paripurna yang dipimpin presidium Muscab, keputusan penting pun lahir.
Andi Asman Sulaiman dipilih secara aklamasi.
Tak ada voting.
Tak ada perdebatan panjang.
Forum bulat menyepakati satu nama.
Ketika palu sidang diketuk, satu pesan menguat di ruangan itu, FKPPI Bone memasuki babak baru kepemimpinan.
Kegiatan Muscab X tersebut dihadiri berbagai unsur penting organisasi dan pemerintahan.
Tampak hadir jajaran Pengurus Daerah XIX KB FKPPI Sulawesi Selatan, di antaranya H Hoist Zulkarnain Bachtiar selaku Wakil Ketua serta H Nawir sebagai Sekretaris PD bersama rombongan.
Selain itu hadir pula unsur Dewan Pembina PC FKPPI Bone, termasuk Dandim 1407 Bone, perwakilan organisasi purnawirawan seperti Pepabri dan PPAD, anggota DPRD Bone, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga para ketua rayon.
Kehadiran mereka memberi warna tersendiri pada Muscab yang bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga ruang temu berbagai generasi keluarga prajurit.
Dalam laporan panitia, Aris Mulking selaku Sekretaris Panitia Pelaksana mengungkapkan bahwa pelaksanaan Muscab berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
Ia menyebut keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari peran Bupati Bone serta seluruh pengurus dan anggota FKPPI.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Bupati Bone adalah putra prajurit TNI. Semoga ke depan FKPPI Bone semakin maju dan terus berjaya,” ujar Aris di hadapan peserta Muscab.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi aula.
Setelah resmi terpilih, Andi Asman Sulaiman, yang sebelumnya juga menjabat Plt Ketua PC 1916 KB FKPPI Bone, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dalam sambutannya, ia menilai Muscab kali ini sebagai momentum penting bagi perjalanan organisasi.
“Hari ini menjadi bagian dari sejarah keluarga besar FKPPI. Organisasi ini merupakan warisan kebersamaan yang lahir dari kontribusi orang tua kita,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan, loyalitas, dan pengabdian yang diwariskan para prajurit harus terus dijaga oleh generasi penerus melalui organisasi ini.
Sebagai ketua terpilih, Andi Asman menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali semangat organisasi.
Ia berharap seluruh anggota FKPPI di Kabupaten Bone dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, maupun keagamaan.
“Kita akan membangkitkan kembali semangat FKPPI. Seluruh anggota harus terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan,” tegasnya.
Dia juga memaparkan sejumlah rencana program kerja ke depan, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga besar FKPPI di Kabupaten Bone.
Menurutnya, potensi anggota FKPPI cukup besar karena berasal dari berbagai latar belakang profesi yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Organisasi PD XIX FKPPI Sulawesi Selatan, Hois Zulkarnaen Bachtiar, menekankan pentingnya memegang teguh lima tekad FKPPI sebagai landasan dalam menjalankan program kerja organisasi.
Menurut Hois, FKPPI harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga kuat secara ekonomi dan intelektual.
“FKPPI harus melahirkan kader yang mandiri secara ekonomi, profesional secara intelektual, serta mampu menjadi pelaku pembangunan di daerah,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa FKPPI merupakan wadah keluarga besar yang tidak memandang pangkat maupun jabatan orang tua.
“FKPPI adalah wadah keluarga besar tanpa memandang pangkat atau jabatan orang tua. Kita semua memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” tambahnya.
Hois menilai FKPPI Bone berada dalam posisi beruntung karena dipimpin oleh figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap anggota organisasi.
Ia melihat, kepemimpinan yang peduli dan terbuka akan menjadi modal penting bagi FKPPI untuk berkembang di masa mendatang.
Dengan kepemimpinan baru ini, banyak anggota berharap FKPPI Bone tidak hanya menjadi simbol kebersamaan keluarga prajurit, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Bagi banyak anggota, keputusan aklamasi itu bukan sekadar memilih ketua.
DIa adalah simbol bahwa tongkat estafet semangat keluarga prajurit kini berpindah ke generasi penerus yang siap membawa organisasi ini lebih aktif di tengah masyarakat.
Dan di Aula Lateya Riduni hari itu, satu pesan terasa jelas, warisan semangat keluarga prajurit kini berada di tangan generasi penerusnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tanpa Voting, Andi Asman Aklamasi Pimpin FKPPI Bone
KAMIS, 12 MARET 2026
Peserta Muscab X PC 1916 KB FKPPI Kabupaten Bone sepakat bulat menunjuk Bupati Bone Andi Asman Sulaiman sebagai ketua periode 2026–2031 dalam forum yang digelar di Aula Lateya Riduni, Watampone.
Bone, DNID.co.id — Keputusan penting lahir tanpa perdebatan panjang dalam Musyawarah Cabang (Muscab) X PC 1916 Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI–Polri (KB FKPPI) Kabupaten Bone.
Forum yang berlangsung di Aula Lateya Riduni, kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Kilometer Nol Kota Watampone, Rabu (11/3/2026), langsung menyepakati satu nama H. Andi Asman Sulaiman.
Tanpa proses voting, peserta Muscab secara bulat mengangkat Bupati Bone tersebut sebagai Ketua PC 1916 KB FKPPI Bone masa bakti 2026–2031. Aklamasi itu bukan sekadar formalitas organisasi. Banyak peserta menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap figur yang dianggap memahami nilai-nilai keluarga prajurit.
Suasana Aula Lateya Riduni siang itu terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar rapat organisasi, melainkan pertemuan yang sarat nuansa kekeluargaan dan sejarah.
Para peserta yang berasal dari berbagai rayon duduk berdampingan—anak-anak purnawirawan, putra-putri prajurit aktif, hingga tokoh organisasi veteran. Bagi banyak orang di ruangan itu, FKPPI bukan sekadar organisasi, tetapi ikatan emosional yang lahir dari warisan pengabdian orang tua mereka di TNI dan Polri.
Tema Muscab kali ini, “FKPPI Membangun Negeri Menuju Kabupaten Bone yang Maberre: Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan”, menggambarkan arah baru organisasi yang diharapkan semakin aktif dalam pembangunan daerah.
Di penghujung sidang paripurna yang dipimpin presidium Muscab, keputusan penting pun lahir.
Andi Asman Sulaiman dipilih secara aklamasi.
Tak ada voting.
Tak ada perdebatan panjang.
Forum bulat menyepakati satu nama.
Ketika palu sidang diketuk, satu pesan menguat di ruangan itu, FKPPI Bone memasuki babak baru kepemimpinan.
Kegiatan Muscab X tersebut dihadiri berbagai unsur penting organisasi dan pemerintahan.
Tampak hadir jajaran Pengurus Daerah XIX KB FKPPI Sulawesi Selatan, di antaranya H Hoist Zulkarnain Bachtiar selaku Wakil Ketua serta H Nawir sebagai Sekretaris PD bersama rombongan.
Selain itu hadir pula unsur Dewan Pembina PC FKPPI Bone, termasuk Dandim 1407 Bone, perwakilan organisasi purnawirawan seperti Pepabri dan PPAD, anggota DPRD Bone, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga para ketua rayon.
Kehadiran mereka memberi warna tersendiri pada Muscab yang bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga ruang temu berbagai generasi keluarga prajurit.
Dalam laporan panitia, Aris Mulking selaku Sekretaris Panitia Pelaksana mengungkapkan bahwa pelaksanaan Muscab berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
Ia menyebut keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari peran Bupati Bone serta seluruh pengurus dan anggota FKPPI.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Bupati Bone adalah putra prajurit TNI. Semoga ke depan FKPPI Bone semakin maju dan terus berjaya,” ujar Aris di hadapan peserta Muscab.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi aula.
Setelah resmi terpilih, Andi Asman Sulaiman, yang sebelumnya juga menjabat Plt Ketua PC 1916 KB FKPPI Bone, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dalam sambutannya, ia menilai Muscab kali ini sebagai momentum penting bagi perjalanan organisasi.
“Hari ini menjadi bagian dari sejarah keluarga besar FKPPI. Organisasi ini merupakan warisan kebersamaan yang lahir dari kontribusi orang tua kita,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan, loyalitas, dan pengabdian yang diwariskan para prajurit harus terus dijaga oleh generasi penerus melalui organisasi ini.
Sebagai ketua terpilih, Andi Asman menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali semangat organisasi.
Ia berharap seluruh anggota FKPPI di Kabupaten Bone dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, maupun keagamaan.
“Kita akan membangkitkan kembali semangat FKPPI. Seluruh anggota harus terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan,” tegasnya.
Dia juga memaparkan sejumlah rencana program kerja ke depan, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga besar FKPPI di Kabupaten Bone.
Menurutnya, potensi anggota FKPPI cukup besar karena berasal dari berbagai latar belakang profesi yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Organisasi PD XIX FKPPI Sulawesi Selatan, Hois Zulkarnaen Bachtiar, menekankan pentingnya memegang teguh lima tekad FKPPI sebagai landasan dalam menjalankan program kerja organisasi.
Menurut Hois, FKPPI harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga kuat secara ekonomi dan intelektual.
“FKPPI harus melahirkan kader yang mandiri secara ekonomi, profesional secara intelektual, serta mampu menjadi pelaku pembangunan di daerah,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa FKPPI merupakan wadah keluarga besar yang tidak memandang pangkat maupun jabatan orang tua.
“FKPPI adalah wadah keluarga besar tanpa memandang pangkat atau jabatan orang tua. Kita semua memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” tambahnya.
Hois menilai FKPPI Bone berada dalam posisi beruntung karena dipimpin oleh figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap anggota organisasi.
Ia melihat, kepemimpinan yang peduli dan terbuka akan menjadi modal penting bagi FKPPI untuk berkembang di masa mendatang.
Dengan kepemimpinan baru ini, banyak anggota berharap FKPPI Bone tidak hanya menjadi simbol kebersamaan keluarga prajurit, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Bagi banyak anggota, keputusan aklamasi itu bukan sekadar memilih ketua.
DIa adalah simbol bahwa tongkat estafet semangat keluarga prajurit kini berpindah ke generasi penerus yang siap membawa organisasi ini lebih aktif di tengah masyarakat.
Dan di Aula Lateya Riduni hari itu, satu pesan terasa jelas, warisan semangat keluarga prajurit kini berada di tangan generasi penerusnya.