Keterbukaan Ade Agustina Dinilai Menjadi Sinyal Pembenahan Serius Lapas Bangka Belitung
PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, mendapat apresiasi dari kalangan jurnalis usai menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik terkait persoalan lembaga pemasyarakatan di Babel, Kamis (21/5/2026). Sikap tersebut dinilai menjadi sinyal kuat adanya upaya pembenahan serius di tengah sorotan publik terhadap sejumlah lapas, termasuk Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang.
Apresiasi itu disampaikan Penanggungjawab KBO Babel sekaligus Ketua DPD Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Bangka Belitung, Rikky Fermana, usai audiensi bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Babel. Menurut Rikky, pendekatan humanis yang ditunjukkan Ade Agustina justru memperlihatkan karakter kepemimpinan yang tegas dan siap menerima evaluasi publik.
“Kami melihat Ibu Ade Agustina sebagai sosok perempuan yang anggun namun terlihat tegas dan berani. Ketegasan itu justru terlihat dari senyumnya yang ramah,” ujar Rikky.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola lapas, pertemuan tersebut dinilai bukan sekadar agenda seremonial. Sejumlah persoalan internal pemasyarakatan, mulai dari pelayanan hingga pengawasan di dalam lapas, disebut ikut menjadi bahan pembahasan antara insan pers dan pihak Kanwil Ditjenpas Babel.
Rikky mengungkapkan, Ade Agustina tidak hanya mendengar kritik, tetapi juga mencatat langsung sejumlah poin yang disampaikan wartawan sebagai bahan evaluasi internal. Sikap itu dinilai berbeda dibanding pola komunikasi birokrasi yang selama ini kerap tertutup terhadap sorotan media.
“Sikap terbuka seperti ini sangat kami apresiasi. Artinya ada keseriusan untuk mendengar, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan terhadap persoalan-persoalan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat,” katanya.
Menurut Rikky, pembenahan lembaga pemasyarakatan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan struktural, melainkan membutuhkan keberanian moral dari pimpinan untuk membuka ruang kritik dan pengawasan publik. Ia menilai langkah tersebut penting demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan di Bangka Belitung.
“Kami percaya Ibu Ade mampu melakukan pembenahan terhadap lapas-lapas di Bangka Belitung. Tidak perlu terlihat sangar, namun dengan senyum yang ramah justru bisa membuat perubahan besar,” tegasnya.
Lebih jauh, Rikky menegaskan insan pers siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal proses reformasi di lingkungan lapas. Media, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pembenahan berjalan transparan dan tidak berhenti pada pencitraan semata.
“Kami siap mendukung langkah-langkah Kakanwil untuk melakukan bersih-bersih di internal lapas demi menjaga marwah institusi pemasyarakatan dan mengembalikan kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, perhatian juga diberikan kepada pengamanan dan komunikasi yang dilakukan jajaran Polresta Pangkalpinang selama kegiatan berlangsung. Rikky bersama Muhamad Zen menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kepolisian yang dinilai mampu menjaga suasana dialog tetap kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Pangkalpinang yang sejak awal intens melakukan komunikasi hingga ikut mengawal kegiatan audiensi ini sampai selesai, terkhusus kepada Kasat Intelkam Bang Sirait beserta jajarannya,” ucap Rikky.
Muhamad Zen berharap sinergi antara insan pers, kepolisian, dan Kanwil Ditjenpas Babel terus diperkuat guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih bersih, profesional, dan terbuka terhadap pengawasan publik.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Keterbukaan Ade Agustina Dinilai Menjadi Sinyal Pembenahan Serius Lapas Bangka Belitung
KAMIS, 21 MEI 2026
PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, mendapat apresiasi dari kalangan jurnalis usai menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik terkait persoalan lembaga pemasyarakatan di Babel, Kamis (21/5/2026). Sikap tersebut dinilai menjadi sinyal kuat adanya upaya pembenahan serius di tengah sorotan publik terhadap sejumlah lapas, termasuk Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang.
Apresiasi itu disampaikan Penanggungjawab KBO Babel sekaligus Ketua DPD Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Bangka Belitung, Rikky Fermana, usai audiensi bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Babel. Menurut Rikky, pendekatan humanis yang ditunjukkan Ade Agustina justru memperlihatkan karakter kepemimpinan yang tegas dan siap menerima evaluasi publik.
“Kami melihat Ibu Ade Agustina sebagai sosok perempuan yang anggun namun terlihat tegas dan berani. Ketegasan itu justru terlihat dari senyumnya yang ramah,” ujar Rikky.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola lapas, pertemuan tersebut dinilai bukan sekadar agenda seremonial. Sejumlah persoalan internal pemasyarakatan, mulai dari pelayanan hingga pengawasan di dalam lapas, disebut ikut menjadi bahan pembahasan antara insan pers dan pihak Kanwil Ditjenpas Babel.
Rikky mengungkapkan, Ade Agustina tidak hanya mendengar kritik, tetapi juga mencatat langsung sejumlah poin yang disampaikan wartawan sebagai bahan evaluasi internal. Sikap itu dinilai berbeda dibanding pola komunikasi birokrasi yang selama ini kerap tertutup terhadap sorotan media.
“Sikap terbuka seperti ini sangat kami apresiasi. Artinya ada keseriusan untuk mendengar, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan terhadap persoalan-persoalan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat,” katanya.
Menurut Rikky, pembenahan lembaga pemasyarakatan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan struktural, melainkan membutuhkan keberanian moral dari pimpinan untuk membuka ruang kritik dan pengawasan publik. Ia menilai langkah tersebut penting demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan di Bangka Belitung.
“Kami percaya Ibu Ade mampu melakukan pembenahan terhadap lapas-lapas di Bangka Belitung. Tidak perlu terlihat sangar, namun dengan senyum yang ramah justru bisa membuat perubahan besar,” tegasnya.
Lebih jauh, Rikky menegaskan insan pers siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal proses reformasi di lingkungan lapas. Media, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pembenahan berjalan transparan dan tidak berhenti pada pencitraan semata.
“Kami siap mendukung langkah-langkah Kakanwil untuk melakukan bersih-bersih di internal lapas demi menjaga marwah institusi pemasyarakatan dan mengembalikan kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, perhatian juga diberikan kepada pengamanan dan komunikasi yang dilakukan jajaran Polresta Pangkalpinang selama kegiatan berlangsung. Rikky bersama Muhamad Zen menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kepolisian yang dinilai mampu menjaga suasana dialog tetap kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Pangkalpinang yang sejak awal intens melakukan komunikasi hingga ikut mengawal kegiatan audiensi ini sampai selesai, terkhusus kepada Kasat Intelkam Bang Sirait beserta jajarannya,” ucap Rikky.
Muhamad Zen berharap sinergi antara insan pers, kepolisian, dan Kanwil Ditjenpas Babel terus diperkuat guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih bersih, profesional, dan terbuka terhadap pengawasan publik.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.