Pemuda LIRA Bantaeng Kutuk Dugaan Pemukulan Mahasiswa HPMB Raya, Desak Polisi Tangkap Pelaku Premanisme

Bantaeng, DNID.co.id – Ketua Pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, mengecam keras dugaan aksi kekerasan dan intimidasi yang terjadi saat demonstrasi Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB Raya) di depan Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (29/5/2026).

Aksi demonstrasi yang mengangkat isu pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pendidikan di Desa Pa’bumbungang itu sebelumnya berlangsung tegang dan nyaris berujung bentrok setelah muncul kelompok massa tandingan di lokasi aksi.

Dalam keterangannya, Yusdanar menyoroti dugaan pemukulan terhadap mahasiswa serta pengrusakan alat pengeras suara atau megaphone milik massa aksi.

Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin dalam negara demokrasi.

“Kami mengecam aksi pemukulan dan pengrusakan megaphone terhadap adik-adik mahasiswa yang melakukan aksi secara legal. Ini tidak bisa dibenarkan dalam negara demokrasi,” ujar Andi Yusdanar Hakim.

Menurutnya, massa mahasiswa yang melakukan demonstrasi telah menyampaikan aspirasi secara terbuka dan sesuai mekanisme.

Karena itu, ia meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan intimidasi maupun kekerasan terhadap peserta aksi.

“Meminta Kapolres Bantaeng untuk segera menangkap pelakunya,” tegasnya.

Yusdanar juga mempertanyakan legalitas kelompok massa tandingan yang hadir di lokasi aksi dan mengatasnamakan organisasi masyarakat GPPM.

Menurutnya, kelompok tersebut tidak menyampaikan surat pemberitahuan aksi sebagaimana ketentuan dalam penyampaian pendapat di muka umum.

“Sebab massa tandingan yang hadir tidak menyampaikan surat pemberitahuan aksi, sementara mereka turun ke jalan mengatasnamakan Ormas GPPM,” katanya.

Ia menilai kehadiran massa tandingan yang berujung ketegangan tersebut telah mencederai ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi di Kabupaten Bantaeng.

“Ini sebuah bentuk pembungkaman atas demokrasi,” lanjut Yusdanar.

Lebih jauh, ia menyebut tindakan yang dilakukan kelompok massa tandingan sebagai bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan terus terjadi.

“Yang dilakukan massa tandingan itu aksi premanisme,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi HPMB Raya di depan Kantor Bupati Bantaeng berlangsung selama kurang lebih dua jam dan diwarnai aksi saling dorong antara massa mahasiswa dan kelompok masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah warga sempat berupaya merangsek masuk ke barisan demonstran sehingga memicu ketegangan. Aparat kepolisian yang berjaga kemudian turun tangan melerai kedua kelompok massa agar bentrokan fisik tidak terjadi.

Usai aksi berakhir, massa HPMB Raya terlihat bergerak menuju kantor kepolisian untuk melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialami peserta aksi.

Sementara itu, sebelumnya Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Bantaeng juga telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam maraknya aksi pembubaran demonstrasi mahasiswa oleh kelompok yang disebut sebagai preman.

Ketua PC SEMMI Bantaeng, Tiwa Jalapala, bahkan menilai kondisi tersebut sebagai tanda kemunduran demokrasi di Kabupaten Bantaeng.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun kelompok massa tandingan terkait tudingan dugaan kekerasan dan pengrusakan tersebut.
​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 30 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh. Akbar Razak

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WITA

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Sulsel Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA