Kemenag Sulsel Siap Bumikan Dan Langitkan Kegiatan Jelang Konferensi Imam Internasional
Barru,DNID.co.id – Persiapan Sulawesi Selatan sebagai bagian dari rangkaian Bridging Conference menuju puncak Konferensi Imam Internasional (International Grand Imams Conference / IGIC 2026) terus dimatangkan pihak Panitia Pelaksana.
Selasa kemarin (2/6/2026), Panitia Pelaksana menggelar rapat koordinasi teknis secara hybrid melalui Zoom meeting untuk memantapkan peta jalan menuju puncak acara di tingkat Sulawesi Selatan.
Pertemuan strategis ini diikuti secara intensif oleh seluruh pimpinan Pengurus Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM) serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Ali Yafid, memimpin langsung jalannya rapat koordinasi yang turut diikuti Kakan Kemenag Barru, H. Irman.
Dalam arahannya,ia menekankan bahwa rapat sore ini difokuskan untuk membedah seluruh aspek teknis pelaksanaan kegiatan yang terdiri atas dua agenda besar, yaitu penguatan literasi akademik dan syiar keagamaan secara massal.
Ada agenda seminar ilmiah yang akan kita laksanakan dengan target prediksi 500 peserta. Agenda ini merupakan hasil kerja sama strategis kita dengan UIN Alauddin Makassar,” ungkap H. Ali Yafid.
Tidak hanya menyasar ruang-ruang diskusi ilmiah, gaung pra-konferensi ini akan dipuncaki dengan aksi spiritual besar berupa Istighosha dan Tabligh Akbar yang diprediksi akan dipadati sekitar 3.500 jamaah.
Untuk memastikan pemenuhan target tersebut, kepanitiaan telah mengoordinasikan dukungan penuh mobilisasi massa dan kehadiran peserta secara masif dari tiga wilayah penyangga utama, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
Langkah taktis juga telah diambil oleh pihak wilayah dengan melakukan konsolidasi intensif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan guna menjamin kelancaran, keamanan, dan ketertiban acara.
Berdasarkan hasil koordinasi, rangkaian kegiatan keagamaan ini dijadwalkan berpusat di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf, Makassar, pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang.
Di akhir arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel mengajak seluruh elemen kepanitiaan dan jajaran humas kemenag untuk bergerak bersama menyukseskan syiar ini melalui optimalisasi peran media massa dan media sosial.
“Mari kita bersama-sama menggelorakan kegiatan ini. Maksimalkan peran media, publikasikan dengan masif. Kita bumikan dan langitkan kegiatan kita,” tegas H. Ali Yafid.
Sulawesi Selatan menjadi daerah yang ikut mengirimkan delegasi imam terbaiknya untuk bergabung bersama total prediksi 500 imam besar dari 14 negara di forum dunia tersebut.
Mengangkat tema Masjid: Harmoni, Diplomasi Agama, dan Perdamaian, puncak konferensi sendiri akan dipusatkan nantinya di Masjid Istiqlal Jakarta dan Islamic Center Palembang pada Agustus 2026.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kemenag Sulsel Siap Bumikan Dan Langitkan Kegiatan Jelang Konferensi Imam Internasional
KAMIS, 4 JUNI 2026
Barru,DNID.co.id – Persiapan Sulawesi Selatan sebagai bagian dari rangkaian Bridging Conference menuju puncak Konferensi Imam Internasional (International Grand Imams Conference / IGIC 2026) terus dimatangkan pihak Panitia Pelaksana.
Selasa kemarin (2/6/2026), Panitia Pelaksana menggelar rapat koordinasi teknis secara hybrid melalui Zoom meeting untuk memantapkan peta jalan menuju puncak acara di tingkat Sulawesi Selatan.
Pertemuan strategis ini diikuti secara intensif oleh seluruh pimpinan Pengurus Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM) serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Ali Yafid, memimpin langsung jalannya rapat koordinasi yang turut diikuti Kakan Kemenag Barru, H. Irman.
Dalam arahannya,ia menekankan bahwa rapat sore ini difokuskan untuk membedah seluruh aspek teknis pelaksanaan kegiatan yang terdiri atas dua agenda besar, yaitu penguatan literasi akademik dan syiar keagamaan secara massal.
Ada agenda seminar ilmiah yang akan kita laksanakan dengan target prediksi 500 peserta. Agenda ini merupakan hasil kerja sama strategis kita dengan UIN Alauddin Makassar," ungkap H. Ali Yafid.
Tidak hanya menyasar ruang-ruang diskusi ilmiah, gaung pra-konferensi ini akan dipuncaki dengan aksi spiritual besar berupa Istighosha dan Tabligh Akbar yang diprediksi akan dipadati sekitar 3.500 jamaah.
Untuk memastikan pemenuhan target tersebut, kepanitiaan telah mengoordinasikan dukungan penuh mobilisasi massa dan kehadiran peserta secara masif dari tiga wilayah penyangga utama, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
Langkah taktis juga telah diambil oleh pihak wilayah dengan melakukan konsolidasi intensif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan guna menjamin kelancaran, keamanan, dan ketertiban acara.
Berdasarkan hasil koordinasi, rangkaian kegiatan keagamaan ini dijadwalkan berpusat di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf, Makassar, pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang.
Di akhir arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel mengajak seluruh elemen kepanitiaan dan jajaran humas kemenag untuk bergerak bersama menyukseskan syiar ini melalui optimalisasi peran media massa dan media sosial.
"Mari kita bersama-sama menggelorakan kegiatan ini. Maksimalkan peran media, publikasikan dengan masif. Kita bumikan dan langitkan kegiatan kita," tegas H. Ali Yafid.
Sulawesi Selatan menjadi daerah yang ikut mengirimkan delegasi imam terbaiknya untuk bergabung bersama total prediksi 500 imam besar dari 14 negara di forum dunia tersebut.
Mengangkat tema Masjid: Harmoni, Diplomasi Agama, dan Perdamaian, puncak konferensi sendiri akan dipusatkan nantinya di Masjid Istiqlal Jakarta dan Islamic Center Palembang pada Agustus 2026.