Nama ED dan LN Kembali Disebut Warga, APH Diminta Usut Dugaan Distribusi Solar Subsidi

 

Pengakuan sopir yang didengar warga memicu dugaan jalur distribusi solar subsidi dari Bone ke Siwa. Masyarakat meminta aparat penegak hukum menelusuri asal BBM, lokasi gudang, kendaraan pengangkut, hingga tujuan pengiriman

 

Bone, DNID.co.id – Pengakuan sopir yang menyebut muatan tersebut milik HE atau ED dan akan diantar kepada LN menjadi perhatian warga.

Menurut mereka, keterangan itu memperkuat dugaan bahwa aktivitas tersebut tidak lagi sebatas penampungan, melainkan sudah mengarah pada dugaan pendistribusian solar subsidi dari Kabupaten Bone menuju Siwa, Kabupaten Wajo.

Dugaan itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, media ini telah memberitakan adanya sebuah truk bak kayu berwarna kuning dengan bak hijau yang tertutup terpal biru dan bagian bawah bak berwarna merah.

Warga mengaku sudah beberapa kali melihat truk tersebut melintas pada malam hari di jalur poros Bone–Wajo dengan membawa puluhan jeriken biru yang diduga berisi solar subsidi.

Pada Kamis (2/7/2026) malam, truk tersebut pertama kali dilaporkan melintas dengan muatan serupa.

Dua hari kemudian, Sabtu (4/7/2026) malam, kendaraan yang diduga sama kembali terlihat melakukan aktivitas pemuatan jeriken di wilayah Kecamatan Palakka.

Saat itulah, menurut keterangan warga, sopir disebut mengatakan bahwa muatan tersebut merupakan milik ED dan akan diantar kepada LN di Siwa.

Warga juga menduga truk itu masih mengambil tambahan muatan di wilayah Cabalu sebelum berangkat menuju Kabupaten Wajo.

Bagi warga, rangkaian peristiwa itu menunjukkan pola yang berulang. Truk yang sama disebut beberapa kali melintas pada malam hari dengan rute dan dugaan muatan yang sama.

“Kami bukan cuma sekali lihat. Sudah berulang kali mobil itu lewat malam hari dengan jeriken dalam jumlah banyak,” kata seorang warga yang minta namanya tidak publikasikan, (8/7/2026).

Warga juga mengaku mengetahui adanya sebuah gudang yang diduga menjadi tempat keluar masuk jeriken. Lokasinya di kecamatan Palakka, menurut mereka, berada di pinggir jalan sehingga aktivitas kendaraan dapat dengan mudah terlihat oleh pengguna jalan yang sering melintas.

“Kalau sering lewat di situ pasti tahu. Aktivitasnya kelihatan, mobil keluar masuk. Gudangnya juga di pinggir jalan,” ujar warga.

Karena itu, warga mempertanyakan mengapa dugaan aktivitas yang mereka nilai berlangsung secara terbuka belum terlihat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Kalau masyarakat yang sering lewat saja bisa melihat, seharusnya aparat juga bisa mengecek. Apalagi lokasinya bukan di tempat terpencil,” kata warga lainnya.

Warga berharap aparat penegak hukum segera menelusuri seluruh rantai dugaan distribusi tersebut, mulai dari asal BBM subsidi, lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan, kendaraan yang digunakan, hingga tujuan pengiriman ke luar daerah.

“Kami berharap aparat penegak hukum segera menelusuri seluruh dugaan rantai distribusi ini. Mulai dari asal solar subsidi itu diperoleh di SPBU mana, gudang yang diduga dipakai menyimpan, kendaraan pengangkutnya, sampai ke mana barang itu dikirim. Kalau memang tidak ada pelanggaran, buktikan. Tapi kalau ada, tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar seorang warga.

Meski demikian, seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih bersumber dari keterangan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui proses penyelidikan maupun putusan pengadilan.

Sehingga Media ini telah meminta tanggapan kepada ED dan LN, namun hingga berita ini diterbitkan keduanya belum memberikan klarifikasi.

Kemudian Media ini juga masih menunggu penjelasan dari aparat penegak hukum dan pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 9 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Temuan lapangan

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WITA

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Sulsel Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA