Gowa,DNID.co.id – Bekerja dari mana saja bukan berarti menurunkan kualitas kerja. Prinsip itulah yang sukses dibuktikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare melalui Inovasi bertajuk “Rajut WFH” (Rapat Jumat Work From Home).
Gagasan segar ini sukses mencuri perhatian para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dihelat di Kabupaten Gowa, Kamis (16/7/2026).
Di tengah masifnya transformasi birokrasi, Kemenag Parepare tampil beda. Kepala Kantor Kemenag Parepare, H. Irfan Daming, memaparkan bagaimana rapat daring terstruktur yang digelar setiap hari Jumat tersebut justru menjadi instrumen kontrol kinerja yang sangat ampuh dan presisi.
“Rajut WFH bukan sekadar formalitas rapat mingguan. Ini adalah ruang evaluasi, koordinasi, sekaligus perencanaan taktis. Kami membedah hambatan di lapangan secara real-time dan langsung merancang langkah strategis untuk pekan berikutnya agar pelayanan masyarakat tetap prima,” tegas Irfan Daming di hadapan peserta Rakerwil.
Keberanian mengadopsi model kerja ini menempatkan Kemenag Kota Parepare sebagai satu-satunya pelopor dari 24 Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang berani menerapkan pola evaluasi kinerja berbasis WFH secara konsisten dan terstruktur.
Irfan menjelaskan, inovasi ini merupakan jawaban konkret atas instruksi Presiden RI dan Menteri Agama dalam mengaktualisasikan birokrasi yang adaptif, lincah, serta berorientasi pada hasil (result-oriented).
“Melalui Rajut WFH, kami memastikan komunikasi antarsatuan kerja tetap solid dan cair walau secara fisik tidak berada di ruangan yang sama. Kendala sekecil apa pun di lapangan bisa langsung diantisipasi sebelum melebar,” tambahnya.
Efektivitas inovasi ini dibuktikan langsung lewat angka. Dalam kesempatan yang sama, Irfan Daming menyampaikan bahwa realisasi kinerja Kemenag Parepare hingga Triwulan II Tahun 2026 melonjak tajam hingga mencapai 102,84 persen. Angka fantastis yang terekam dalam aplikasi SIPKA tersebut resmi mengganjar Kemenag Parepare dengan predikat “Sangat Baik”.
Capaian impresif ini membuktikan bahwa fleksibilitas dan kedisiplinan dapat berjalan berdampingan. Langkah progresif Kemenag Parepare ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel untuk terus berinovasi membangun budaya kerja modern yang kolaboratif dan responsif.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Gowa,DNID.co.id – Bekerja dari mana saja bukan berarti menurunkan kualitas kerja. Prinsip itulah yang sukses dibuktikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare melalui inovasi bertajuk "Rajut WFH" (Rapat Jumat Work From Home).
Gagasan segar ini sukses mencuri perhatian para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dihelat di Kabupaten Gowa, Kamis (16/7/2026).
Di tengah masifnya transformasi birokrasi, Kemenag Parepare tampil beda. Kepala Kantor Kemenag Parepare, H. Irfan Daming, memaparkan bagaimana rapat daring terstruktur yang digelar setiap hari Jumat tersebut justru menjadi instrumen kontrol kinerja yang sangat ampuh dan presisi.
"Rajut WFH bukan sekadar formalitas rapat mingguan. Ini adalah ruang evaluasi, koordinasi, sekaligus perencanaan taktis. Kami membedah hambatan di lapangan secara real-time dan langsung merancang langkah strategis untuk pekan berikutnya agar pelayanan masyarakat tetap prima," tegas Irfan Daming di hadapan peserta Rakerwil.
Keberanian mengadopsi model kerja ini menempatkan Kemenag Kota Parepare sebagai satu-satunya pelopor dari 24 Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang berani menerapkan pola evaluasi kinerja berbasis WFH secara konsisten dan terstruktur.
Irfan menjelaskan, inovasi ini merupakan jawaban konkret atas instruksi Presiden RI dan Menteri Agama dalam mengaktualisasikan birokrasi yang adaptif, lincah, serta berorientasi pada hasil (result-oriented).
"Melalui Rajut WFH, kami memastikan komunikasi antarsatuan kerja tetap solid dan cair walau secara fisik tidak berada di ruangan yang sama. Kendala sekecil apa pun di lapangan bisa langsung diantisipasi sebelum melebar," tambahnya.
Efektivitas inovasi ini dibuktikan langsung lewat angka. Dalam kesempatan yang sama, Irfan Daming menyampaikan bahwa realisasi kinerja Kemenag Parepare hingga Triwulan II Tahun 2026 melonjak tajam hingga mencapai 102,84 persen. Angka fantastis yang terekam dalam aplikasi SIPKA tersebut resmi mengganjar Kemenag Parepare dengan predikat "Sangat Baik".
Capaian impresif ini membuktikan bahwa fleksibilitas dan kedisiplinan dapat berjalan berdampingan. Langkah progresif Kemenag Parepare ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel untuk terus berinovasi membangun budaya kerja modern yang kolaboratif dan responsif.