Warga Maros Meninggal Dunia di Armenia, Bupati Gerak Cepat Upayakan Pemulangan Jenasah

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

Maros,DNID.co.id  – Informasi meninggalnya Warga Maros bernama Valenth A Tambuto (24) di Kota Yereven, Armenia, mendapat atensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.

Bupati Maros Chaidir Syam dalam keterangannya kepada media mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah dengan menghubungi kementerian terkait yang mengurus tenaga kerja di luar negeri untuk proses pemulangan jenazah.

“Perkembangan terkini sekarang ini sudah ada tindak lanjut dari kementerian dan sudah melakukan komunikasi dengan KBRI Kiev. Mudah2han update informasi dari KBRI Kiev bisa segera turun, karena kasus masih dalam tahap investigasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Chaidir Syam menyebutkan pihaknya akan terus berusaha agar jenazah almarhum bisa dipulangkan.
“Kami akan terus berusaha supaya jenazah adinda Valenth dipulangkan ke Indonesia bisa kita wujudkan,” sebutnya.
Saat ini pihak berwenang setempat masih menyelidiki penyebab kematian korban. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait penyebab kematian korban.
Sebagai informasi, Valenth merupakan warga Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Korban berangkat ke Armenia sekitar tiga bulan lalu untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Sebelumnya, Valenth juga pernah bekerja di Filipina. ​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 24 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Rilis

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Senin, 2 November 2026 - 08:45 WITA

Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA