Taluk Proyek Rp383 Miliar di Palattae Roboh, Warga Desak Audit dan Perbaikan Segera

Bone, DNID.co.id — Taluk drainase di proyek Jalan Paket 5 wilayah Palattae kondisinya memprihatinkan. Dinding beton di sisi kanan jalan ambruk, pecah, bahkan sebagian hancur total menyisakan lubang berbahaya.

Pantauan di lapangan, puing beton, batu, dan sampah menumpuk di dalam taluk. Jalan yang seharusnya mulus untuk drainase justru jadi rawan banjir dan kecelakaan.

Padahal proyek ini nilainya fantastis. Paket 5 Tanabatue–Sanrego–Palattae dan Ujung Lamuru–Palattae dikerjakan PT Nindya Karya dengan anggaran Rp383 miliar. Proyek multiyear ini ditarget rampung 2027 dan dikelola Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel.

Warga sekitar geram melihat kondisi taluk yang baru dibangun tapi sudah rusak.

“Lihat mi itu pak. Taluknya roboh di sebelah, hancur berantakan. Kalau hujan deras pasti airnya meluap ke jalan. Ini taluk atau kue? Gampang sekali rontok,” ujar salah seorang warga Palattae yang tidak mau disebut namanya, Kamis (30/7/2026) lalu.

Menurut warga, kerusakan diduga karena mutu beton yang rendah dan pondasi tidak kuat.

“Air hujan meresap ke tanah, tanahnya ambles, terus dorong temboknya sampai jebol. Ditambah lagi sampah numpuk di dalam, jadi mampet,” katanya.

Warga juga khawatir soal keselamatan. “Malam-malam gelap, motor bisa masuk ke lubang itu. Pejalan kaki juga bahaya. Tolong mi diperbaiki sebelum ada korban,” tambahnya.

Proyek Jalan Paket 5 ini adalah pekerjaan multiyear yang menghubungkan Tanabatue–Sanrego–Palattae dan Ujung Lamuru–Palattae.

Nilainya Rp383 miliar dan dikerjakan kontraktor BUMN PT Nindya Karya. Jadwal resmi penyelesaian akhirnya ditargetkan tahun 2027.

Proyek ini berada di bawah pengawasan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan.

Sayangnya, Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK proyek belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. Pihak redaksi tetap akan berupaya meminta klarifikasi.

Warga lain Jamal mendesak agar pemerintah provinsi segera turun tangan. Jangan cuma ditambal, tapi dibongkar dan dibangun ulang sesuai standar.

“Uang Rp383 miliar itu uang rakyat. Masa baru beberapa bulan sudah ambrol? Harus diaudit itu. Kasi pagar dulu minimal biar tidak ada yang jatuh,” pinta Jamal.

Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan air hujan akan semakin menggerus bahu jalan dan badan jalan, sehingga merugikan masyarakat dan negara.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari PT Nindya Karya maupun Dinas Bina Marga Sulsel.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 1 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Peringati Milad, Yayasan Gema Amal Soleh Santuni 72 Anak Yatim di Papanggo
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Berita ini 323 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Minggu, 1 November 2026 - 08:03 WITA

Peringati Milad, Yayasan Gema Amal Soleh Santuni 72 Anak Yatim di Papanggo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:32 WITA

Aksi Damai Sumpah Pemuda, GRIB Jaya Sulsel Apresiasi Kinerja Intelijen Polda Sulsel

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA