Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 3 Karangjati

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang 2026 menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Anti-Bullying” di SD Negeri 3 Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi kelas V sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai bahaya perundungan dan merangkul anak anak agar bisa bercerita tentang kejadian bully yang di alaminya.

Kegiatan tersebut di awali dengan pemaparan materi mengenai pengertian Bullying, jenis-jenis bullying, dan dampak yang ditimbulkan. Setelah sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN UPGRIS mengajak siswa siswi untuk menonton video film pendek tentang bullying yang terjadi di sekolah. Puncak emosional kegiatan terjadi ketika suasana kelas menjadi hening, beberapa siswa dan siswi tampak menundukkan kepala, dan tak kuasa menahan air mata. Isak tangis haru itu pecah ketika mereka menyaksikan jalan cerita video sebuah cerminan nyata dari rasa sakit yang selama ini mereka simpan akibat bullyan teman kelas.

Melihat respon emosional tersebut, tim mahasiswa KKN UPGRIS dengan sigap menghampiri, merangkul, dan memberikan pendampingan hangat untuk mengutkan para siswa. Mahasiswa KKN mengungkapkan betapa momen tersebut membuka mata semua orang tentang pentingnya kepedulian terhadap tindakan perundungan di sekolah.

“Kami sangat tersentuh saat melihat beberapa adik-adik menangis seusai menonton video. Ternyata, ejekan fisik seperti perbedaan warna kulit yang kerap dianggap sekadar ‘bercandaan biasa’, justru menimbulkan luka batin yang berat bagi korbannya. Di sinilah tugas kami hadir untuk merangkul dan menyadarkan mereka bahwa setiap anak terlahir unik, berharga, dan setara,” ujar [Alifatun Naila] dengan penuh haru.

Melanjutkan momen emosional pasca-video, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas Pohon Ungkapan. Dalam sesi ini, para siswa diminta menuliskan perasaan, harapan atau kejujuran hati mereka pada kertas yang kemudian ditempelkan di dahan pohon buatan. Pohon ungkapan menjadi ruang aman pertama bagi anak-anak untuk mengekspresikan apa yang selama ini mereka pendam di dalam hati dengan rasa takut.

Menanggapi hal ini Kepala sekolah ibu Ayu Inayah, S.Pd., M.Pd. bersama Wali Kelas 5, Ibu Dewi Listyani, S.Pd. langsung mengambil langkah tegas dan responsif. Pihak sekolah melakukan pendampingan khusus dan mediasi hangat pasca kegiatan guna memastikan masalah perundungan yang dialami siswa siswi di SD Negeri 3 Karngjati secara tuntas agar tidak berlanjut di kemudian hari.

Wali Kelas V, Ibu Dewi Listyani, S.Pd. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN atas inisiatif yang membawa perubahan positif bagi para siswanya.

“Kejadian hari ini menjadi momen pembuka mata bagi kami para guru. Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN yang berhasil menyentuh sisi empati anak-anak. Setelah kegiatan ini, kami langsung menindaklanjuti dan merangkul mereka agar saling memaafkan, memahami batasan, serta memastikan tindakan ejekan fisik seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang 2026 berharap tidak sekadar menjadi program pengabdian biasa, melainkan memberikan dampak dan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh berbagai pihak.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 5 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA