Cafeologi Coffee Hadir di Bone, Sinyal Optimisme Pengusaha terhadap Ekonomi Daerah
BONE, DNID.co.id — Cafeologi Coffee resmi hadir di Kabupaten Bone. Kafe yang berada di bawah pengembangan Hotel Sarlim itu diresmikan langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari langkah Hotel Sarlim memperluas lini usahanya setelah hampir dua dekade berkembang di Kabupaten Bone.
Dalam acara tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman juga ikut menghibur tamu undangan dan pengunjung dengan menyumbangkan satu lagu berjudul “Jangan Sampai Tiga Kali.”
Keseruan saat Bupati Bone menghibur pengunjung dan tamu undangan di acara peresmian cafeologi coffee
Kehadiran Cafeologi coffee tidak hanya menambah pilihan tempat nongkrong dan kuliner bagi masyarakat Bone, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pelaku usaha lokal masih melihat peluang ekonomi di daerah tersebut.
Hotel Sarlim sendiri telah berdiri sejak 2007. Dalam perjalanannya, hotel tersebut mengembangkan sejumlah fasilitas hiburan, di antaranya karaoke dan biliard. Kini, ekspansi bisnis kembali dilakukan dengan menghadirkan Cafeologi Coffee.
Cafeologi Coffee menawarkan berbagai menu yang disiapkan dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat Sulawesi Selatan.
Peresmian cafeologi coffee tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Bone, di antaranya Bustanil Arifin Amry, Seheruddin dan Rangga Risa Swara.
Rismono Sarlim Ketua Komisi I DPRD Bone sekaligus Oner Cafeologi Coffee
Ketua Komisi I DPRD Bone sekaligus pihak keluarga Sarlim, Rismono Sarlim, mengatakan kehadiran Cafeologi Coffee merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone.
“Hotel Sarlim berdiri sejak 2007 dan terus kami kembangkan sayap bisnisnya. Ada karaoke, biliard dan terakhir kami menghadirkan kafe,” ujar Rismono.
Menurut Rismono, pengembangan usaha tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang ibunda, Hj. Syamsiar Halid.
“Usaha ini tidak lepas dari dukungan Ibunda Hj. Syamsiar Halid. Usaha ini juga ada berkat adanya dukungan Beramal. Saya tidak mungkin membangun kafe kalau perekonomian Bone tidak bagus,” katanya.
Rismono menilai geliat usaha kuliner dan kafe di Bone dalam beberapa waktu terakhir semakin terlihat. Ramainya sejumlah kafe, menurut dia, menjadi salah satu tanda bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Bisa kita lihat kafe-kafe di Bone saat ini semakin ramai. Saya secara khusus sebagai pelaku usaha berterima kasih kepada BerAmal. Kerja-kerja pemerintahan BerAmal bisa kita nikmati sekarang,” tuturnya.
Rismono berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan. Menurutnya, semakin baik pergerakan ekonomi daerah, semakin besar pula peluang pelaku usaha untuk melakukan investasi dan membuka lapangan kerja baru.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengapresiasi langkah keluarga Sarlim yang terus mengembangkan usaha di Kabupaten Bone.
Bupati juga memiliki kedekatan emosional dengan keluarga Rismono Sarlim. Hubungan tersebut semakin dekat karena istri Bupati Bone memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu satu kali dengan Rismono Sarlim.
Hj. Syamsiar Halid juga disebut memiliki tempat khusus dalam perjalanan kehidupan Bupati Bone. Ia disebut sebagai salah satu sosok yang ikut menikahkan Andi Asman Sulaiman.
“Kami tentu bersyukur dan mengapresiasi keluarga Sarlim yang terus mengembangkan usahanya di Bone. Ini menunjukkan bahwa dunia usaha melihat ada peluang dan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif. Dengan begitu, pelaku UMKM maupun pengusaha yang sudah berkembang dapat terus memperluas usahanya.
“Kalau ekonomi bergerak, masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berkolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat,” kata Bupati.
Andi Asman juga berharap semakin banyak pengusaha lokal yang berani mengembangkan bisnis di Bone.
Bupati Andi Asman menilai pertumbuhan sektor usaha tidak hanya berdampak pada pemilik bisnis, tetapi juga dapat menciptakan efek berantai terhadap ekonomi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa.
“Kami ingin Bone semakin maju. Ketika pengusaha berkembang, lapangan kerja bertambah dan perputaran ekonomi semakin kuat. Ini yang terus kami dorong melalui semangat BerAmal,” tutupnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Cafeologi Coffee Hadir di Bone, Sinyal Optimisme Pengusaha terhadap Ekonomi Daerah
MINGGU, 16 AGUSTUS 2026
BONE, DNID.co.id — Cafeologi Coffee resmi hadir di Kabupaten Bone. Kafe yang berada di bawah pengembangan Hotel Sarlim itu diresmikan langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari langkah Hotel Sarlim memperluas lini usahanya setelah hampir dua dekade berkembang di Kabupaten Bone.
Dalam acara tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman juga ikut menghibur tamu undangan dan pengunjung dengan menyumbangkan satu lagu berjudul “Jangan Sampai Tiga Kali.”
Kehadiran Cafeologi coffee tidak hanya menambah pilihan tempat nongkrong dan kuliner bagi masyarakat Bone, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pelaku usaha lokal masih melihat peluang ekonomi di daerah tersebut.
Hotel Sarlim sendiri telah berdiri sejak 2007. Dalam perjalanannya, hotel tersebut mengembangkan sejumlah fasilitas hiburan, di antaranya karaoke dan biliard. Kini, ekspansi bisnis kembali dilakukan dengan menghadirkan Cafeologi Coffee.
Cafeologi Coffee menawarkan berbagai menu yang disiapkan dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat Sulawesi Selatan.
Peresmian cafeologi coffee tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Bone, di antaranya Bustanil Arifin Amry, Seheruddin dan Rangga Risa Swara.
Ketua Komisi I DPRD Bone sekaligus pihak keluarga Sarlim, Rismono Sarlim, mengatakan kehadiran Cafeologi Coffee merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone.
“Hotel Sarlim berdiri sejak 2007 dan terus kami kembangkan sayap bisnisnya. Ada karaoke, biliard dan terakhir kami menghadirkan kafe,” ujar Rismono.
Menurut Rismono, pengembangan usaha tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang ibunda, Hj. Syamsiar Halid.
“Usaha ini tidak lepas dari dukungan Ibunda Hj. Syamsiar Halid. Usaha ini juga ada berkat adanya dukungan BerAmal. Saya tidak mungkin membangun kafe kalau perekonomian Bone tidak bagus,” katanya.
Rismono menilai geliat usaha kuliner dan kafe di Bone dalam beberapa waktu terakhir semakin terlihat. Ramainya sejumlah kafe, menurut dia, menjadi salah satu tanda bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Bisa kita lihat kafe-kafe di Bone saat ini semakin ramai. Saya secara khusus sebagai pelaku usaha berterima kasih kepada BerAmal. Kerja-kerja pemerintahan BerAmal bisa kita nikmati sekarang,” tuturnya.
Rismono berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan. Menurutnya, semakin baik pergerakan ekonomi daerah, semakin besar pula peluang pelaku usaha untuk melakukan investasi dan membuka lapangan kerja baru.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengapresiasi langkah keluarga Sarlim yang terus mengembangkan usaha di Kabupaten Bone.
Bupati juga memiliki kedekatan emosional dengan keluarga Rismono Sarlim. Hubungan tersebut semakin dekat karena istri Bupati Bone memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu satu kali dengan Rismono Sarlim.
Hj. Syamsiar Halid juga disebut memiliki tempat khusus dalam perjalanan kehidupan Bupati Bone. Ia disebut sebagai salah satu sosok yang ikut menikahkan Andi Asman Sulaiman.
“Kami tentu bersyukur dan mengapresiasi keluarga Sarlim yang terus mengembangkan usahanya di Bone. Ini menunjukkan bahwa dunia usaha melihat ada peluang dan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif. Dengan begitu, pelaku UMKM maupun pengusaha yang sudah berkembang dapat terus memperluas usahanya.
“Kalau ekonomi bergerak, masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berkolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat,” kata Bupati.
Andi Asman juga berharap semakin banyak pengusaha lokal yang berani mengembangkan bisnis di Bone.
Bupati Andi Asman menilai pertumbuhan sektor usaha tidak hanya berdampak pada pemilik bisnis, tetapi juga dapat menciptakan efek berantai terhadap ekonomi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa.
“Kami ingin Bone semakin maju. Ketika pengusaha berkembang, lapangan kerja bertambah dan perputaran ekonomi semakin kuat. Ini yang terus kami dorong melalui semangat BerAmal,” tutupnya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.