Remisi Kemerdekaan di Lapas Watampone, Ada Potongan Masa Pidana hingga 6 Bulan

Sebanyak 436 warga binaan menerima pengurangan masa pidana dengan besaran berbeda, sementara tidak ada penerima yang langsung bebas melalui Remisi tahun ini.

 

Bone DNID.co.id — Sebanyak 436 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone mendapat Remisi Umum (RU) dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 14 narapidana mendapat pengurangan masa pidana selama enam bulan. Sementara 34 orang mendapat remisi lima bulan, 39 orang empat bulan, 168 orang tiga bulan, 118 orang dua bulan, dan 63 orang mendapat remisi satu bulan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini tidak ada narapidana yang langsung bebas melalui pemberian remisi, karena seluruh penerima masih harus menjalani sisa masa pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis di Lapangan Merdeka Kabupaten Bone. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyerahkan remisi kepada dua perwakilan warga binaan Lapas Kelas IIA Watampone, Senin (17/08/2026).

Remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan dan mengikuti program pembinaan dengan baik.

Berdasarkan jenis tindak pidana, mayoritas penerima remisi merupakan narapidana kasus narkotika, yakni 321 orang.

Selanjutnya, 55 orang kasus perlindungan anak, 22 orang kasus pembunuhan, 13 orang kasus pencurian, 7 orang kasus penggelapan, 6 orang kasus penganiayaan, dan 5 orang kasus penipuan.

Kemudian masing-masing 2 orang berasal dari kasus human trafficking dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara masing-masing 1 orang berasal dari kasus kekerasan seksual, kekerasan terhadap wanita dan anak, serta pelanggaran lalu lintas.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, mengatakan remisi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan masa pidana. Menurutnya, remisi juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.

“Remisi bukan sekadar hak warga binaan. Pemberian remisi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” kata Rahnianto.

Rahnianto berharap warga binaan yang masih menjalani masa pidana memanfaatkan waktu pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kualitas diri.

“Waktu pembinaan diharapkan dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kualitas diri,” ujarnya.

Rahnianto juga menekankan agar warga binaan yang nantinya bebas mampu kembali beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Warga binaan yang memperoleh kebebasan diharapkan mampu kembali beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan masyarakat serta tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Pembinaan di Lapas Kelas IIA Watampone terus diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian sebagai persiapan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan pesan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Pesan tersebut menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk menghadirkan sistem pemasyarakatan yang menjunjung tinggi hukum dan martabat manusia.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi semangat baru bagi 436 warga binaan untuk memperbaiki diri, menyelesaikan masa pembinaan dan menata masa depan setelah kembali ke masyarakat.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 17 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WITA

Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Berita Terbaru