KKN UIN Walisongo Edukasi Siswa SDN 02 Galih tentang Bahaya Perundungan
GALIH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-perundungan atau bullying bagi siswa SDN 02 Galih, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan keberanian untuk menolak perundungan sekaligus membangun kepedulian antarsiswa.
Mengusung tema “Bullying: Berani Baik, Berani Peduli”, sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN memberikan pemahaman bahwa perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan atau tindakan verbal yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis korban dan menciptakan lingkungan belajar yang tidak nyaman.
Inisiator kegiatan, Muqtafa Deka Yunensa, mengatakan upaya mencegah perundungan membutuhkan keberanian untuk bersikap sekaligus kepedulian terhadap sesama.
“Bullying bukan hanya menyakiti korban, tetapi juga merusak iklim belajar di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan sikap berani untuk menolak tindakan tidak adil dan berani peduli terhadap teman yang menjadi korban,” ujarnya.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai cara menghadapi perundungan serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat teman menjadi korban.
Suasana semakin emosional ketika mahasiswa KKN menggelar sesi “Dengar Cerita”. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami perasaan korban perundungan dan pentingnya memberikan dukungan kepada teman yang mengalami kesulitan. Sejumlah siswa tampak terharu hingga meneteskan air mata setelah mengikuti sesi tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap siswa SDN 02 Galih dapat mengenali berbagai bentuk perundungan, berani menolak tindakan tersebut, serta memiliki kepedulian untuk membantu teman yang menjadi korban.
Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Nilai keberanian dan kepedulian yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN UIN Walisongo Edukasi Siswa SDN 02 Galih tentang Bahaya Perundungan
KAMIS, 20 AGUSTUS 2026
GALIH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-perundungan atau bullying bagi siswa SDN 02 Galih, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan keberanian untuk menolak perundungan sekaligus membangun kepedulian antarsiswa.
Mengusung tema “Bullying: Berani Baik, Berani Peduli”, sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN memberikan pemahaman bahwa perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan atau tindakan verbal yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis korban dan menciptakan lingkungan belajar yang tidak nyaman.
Inisiator kegiatan, Muqtafa Deka Yunensa, mengatakan upaya mencegah perundungan membutuhkan keberanian untuk bersikap sekaligus kepedulian terhadap sesama.
“Bullying bukan hanya menyakiti korban, tetapi juga merusak iklim belajar di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan sikap berani untuk menolak tindakan tidak adil dan berani peduli terhadap teman yang menjadi korban,” ujarnya.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai cara menghadapi perundungan serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat teman menjadi korban.
Suasana semakin emosional ketika mahasiswa KKN menggelar sesi “Dengar Cerita”. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami perasaan korban perundungan dan pentingnya memberikan dukungan kepada teman yang mengalami kesulitan. Sejumlah siswa tampak terharu hingga meneteskan air mata setelah mengikuti sesi tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap siswa SDN 02 Galih dapat mengenali berbagai bentuk perundungan, berani menolak tindakan tersebut, serta memiliki kepedulian untuk membantu teman yang menjadi korban.
Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Nilai keberanian dan kepedulian yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.