Kabar Pencopotan Sekda dan 15 Kepala OPD Gowa, FKJI: Publik Berhak Tahu

Gowa,DNID.co.id — Kabar perombakan besar-besaran di lingkup Pemerintahan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik. Informasi mengenai Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa Andy Azis Peter dan 15 kepala OPD center disebut-sebut dicopot atau dinonjobkan.

Menanggapi hal tersebut, Forum Komunikasi Jurnalis Indonesia (FKJI) angkat bicara, meminta pemerintah Kabupaten Gowa tidak menutup-nutupi informasi terkait perubahan jabatan sejumlah pejabat strategis tersebut.

Menurut Ketua Umum FKJI, Revin Pataroi Rahman, pencopotan atau pemberhentian pejabat, khususnya Sekda yang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama, harus memiliki dasar hukum, alasan yang jelas, serta mengikuti prosedur kepegawaian yang berlaku.

“Kalau memang benar Sekda Gowa dan 15 kepala OPD dinonjobkan atau diberhentikan dari jabatannya, pemerintah harus menjelaskan secara terbuka kepada publik. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi dari kabar yang beredar tanpa penjelasan resmi,” tegas Revin, Jum’at (21/8/2026).

Revin menilai, posisi Sekda memiliki peran strategis dalam pemerintahan daerah. Karena itu, setiap keputusan yang menyangkut jabatan tersebut tidak boleh menimbulkan kesan sebagai keputusan sepihak tanpa prosedur yang transparan.

“Sekda bukan jabatan biasa. Begitu juga kepala OPD. Ada mekanisme ASN dan aturan mengenai jabatan pimpinan tinggi yang harus dipatuhi. Publik berhak mengetahui apa dasar dan alasan pemberhentian mereka,” ujarnya.

Revin juga menyoroti munculnya informasi bahwa sebanyak 15 kepala OPD ikut dinonjobkan. Menurutnya, jika informasi tersebut benar, maka Pemkab Gowa perlu segera membuka informasi secara terang mengenai pejabat yang terdampak, status jabatannya, serta dasar keputusan masing-masing.

“Kalau hanya satu pejabat mungkin publik masih bisa melihatnya sebagai persoalan kepegawaian. Tapi kalau sampai 15 kepala OPD, ini bukan lagi isu kecil. Ada implikasi terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan publik,” katanya.

Ia meminta agar seluruh proses pergantian pejabat dilakukan secara profesional dan tidak didasari kepentingan politik maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Jangan sampai muncul persepsi bahwa ada gerbong yang sedang dibersihkan atau ada kepentingan tertentu di balik perombakan ini. Kalau memang ada pelanggaran disiplin, buka dasar pemeriksaannya. Kalau karena kebutuhan organisasi, jelaskan juga dasar kebijakannya,” tegas Revin.

Sorotan tersebut semakin menguat setelah beredar Keputusan Bupati Gowa Nomor 800.1.6.2/1802/2026 tentang pembebasan sementara Inspektur Inspektorat Daerah Gowa Syahrul Syahrir dari jabatan.

Dalam keputusan tersebut disebutkan adanya dugaan pelanggaran disiplin tingkat berat berdasarkan hasil pemeriksaan awal.

Menurut Revin, keputusan terhadap Inspektur tersebut harus ditempatkan sebagai proses kepegawaian yang memiliki dasar pemeriksaan, sehingga publik tidak boleh terlebih dahulu menghakimi sebelum proses hukumnya selesai.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran disiplin berat, silakan proses sesuai aturan. Tetapi pemerintah juga harus memastikan seluruh hak dan proses pemeriksaan yang bersangkutan tetap dijamin,” jelasnya.

FKJI Minta Pemkab Gowa Buka Data

Revin menegaskan FKJI mendorong keterbukaan informasi publik terkait kabar perombakan pejabat di Pemkab Gowa.

“Kami meminta Pemkab Gowa segera memberikan penjelasan resmi. Siapa yang diberhentikan, siapa yang dinonjobkan, apa dasar hukumnya, dan bagaimana status masing-masing pejabat. Publik jangan dibiarkan menerka-nerka,” ujarnya.

Menurutnya, keterbukaan pemerintah justru penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau semuanya sesuai prosedur, jelaskan kepada publik. Jangan biarkan isu berkembang liar. Transparansi justru akan melindungi pemerintah dari berbagai tudingan,” pungkas Revin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengenai kabar pencopotan Sekda Gowa maupun 15 kepala OPD tersebut. Pihak Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemkab Gowa.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 22 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Rilis

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WITA

Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Berita Terbaru