Gapura Bambu Terpasang, Identitas Desa Kendaldoyong Makin Tegas
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 105 bersama-sama mengangkat gapura berbahan bambu untuk dipasang di lokasi yang telah ditentukan.
(Dok. KKN UIN Walisongo Posko 105)
Demak – Gapura perbatasan Desa Kendaldoyong resmi dipasang pada Selasa (1/9/2026) untuk memperjelas penanda wilayah sekaligus memperkuat identitas desa. Gapura berbahan bambu tersebut dibuat dan dipasang oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang dalam rangka mendukung penataan lingkungan desa.
Proses pemasangan berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 WIB di lokasi perbatasan Desa Kendaldoyong. Sebelumnya, gapura telah dikerjakan secara bertahap oleh mahasiswa di posko sebelum dibawa ke lokasi untuk dipasang.
Bambu dipilih sebagai bahan utama karena mudah diperoleh sekaligus dapat diolah menjadi penanda wilayah yang memiliki nilai estetis. Proses pengerjaan dilakukan mulai dari penyusunan bahan, perakitan, hingga tahap akhir sebelum gapura siap dipasang.
Pada hari pemasangan, mahasiswa membawa gapura dari lokasi pengerjaan menuju perbatasan Desa Kendaldoyong. Setelah dilakukan persiapan di lokasi, gapura kemudian dipasang hingga berdiri dengan kokoh dan dapat difungsikan sebagai penanda wilayah.
Keberadaan gapura tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pengguna jalan mengenali batas wilayah Desa Kendaldoyong dengan lebih mudah. Selain sebagai penanda administratif, gapura juga diharapkan membuat kawasan perbatasan terlihat lebih tertata.
Kepala Desa Kendaldoyong mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah membuat dan memasang gapura tersebut. Menurutnya, keberadaan gapura tidak hanya memiliki fungsi praktis sebagai penanda wilayah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas desa.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Walisongo dalam membuat dan memasang gapura perbatasan ini. Selain menjadi penanda wilayah, gapura ini juga dapat menjadi bagian dari identitas Desa Kendaldoyong,” ujarnya.
Ia berharap gapura tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, khususnya dalam membantu masyarakat dan pengguna jalan mengenali wilayah Desa Kendaldoyong.
Pembuatan hingga pemasangan gapura menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kebutuhan lingkungan Desa Kendaldoyong. Pemanfaatan bambu sebagai material utama juga menunjukkan upaya menghadirkan penanda wilayah dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dengan terpasangnya gapura, Desa Kendaldoyong kini memiliki penanda perbatasan yang diharapkan dapat memperjelas batas wilayah sekaligus memperkuat karakter dan identitas desa.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Gapura Bambu Terpasang, Identitas Desa Kendaldoyong Makin Tegas
RABU, 2 SEPTEMBER 2026
Demak – Gapura perbatasan Desa Kendaldoyong resmi dipasang pada Selasa (1/9/2026) untuk memperjelas penanda wilayah sekaligus memperkuat identitas desa. Gapura berbahan bambu tersebut dibuat dan dipasang oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang dalam rangka mendukung penataan lingkungan desa.
Proses pemasangan berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 WIB di lokasi perbatasan Desa Kendaldoyong. Sebelumnya, gapura telah dikerjakan secara bertahap oleh mahasiswa di posko sebelum dibawa ke lokasi untuk dipasang.
Bambu dipilih sebagai bahan utama karena mudah diperoleh sekaligus dapat diolah menjadi penanda wilayah yang memiliki nilai estetis. Proses pengerjaan dilakukan mulai dari penyusunan bahan, perakitan, hingga tahap akhir sebelum gapura siap dipasang.
Pada hari pemasangan, mahasiswa membawa gapura dari lokasi pengerjaan menuju perbatasan Desa Kendaldoyong. Setelah dilakukan persiapan di lokasi, gapura kemudian dipasang hingga berdiri dengan kokoh dan dapat difungsikan sebagai penanda wilayah.
Keberadaan gapura tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pengguna jalan mengenali batas wilayah Desa Kendaldoyong dengan lebih mudah. Selain sebagai penanda administratif, gapura juga diharapkan membuat kawasan perbatasan terlihat lebih tertata.
Kepala Desa Kendaldoyong mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah membuat dan memasang gapura tersebut. Menurutnya, keberadaan gapura tidak hanya memiliki fungsi praktis sebagai penanda wilayah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas desa.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Walisongo dalam membuat dan memasang gapura perbatasan ini. Selain menjadi penanda wilayah, gapura ini juga dapat menjadi bagian dari identitas Desa Kendaldoyong,” ujarnya.
Ia berharap gapura tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, khususnya dalam membantu masyarakat dan pengguna jalan mengenali wilayah Desa Kendaldoyong.
Pembuatan hingga pemasangan gapura menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kebutuhan lingkungan Desa Kendaldoyong. Pemanfaatan bambu sebagai material utama juga menunjukkan upaya menghadirkan penanda wilayah dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dengan terpasangnya gapura, Desa Kendaldoyong kini memiliki penanda perbatasan yang diharapkan dapat memperjelas batas wilayah sekaligus memperkuat karakter dan identitas desa.