Satgas BBM Merah Putih di SPBU Tokaseng Dipuji Nelayan, Pelansir Susah Bergerak
Tim Satgas yang dibentuk Pemkab Bone 24 Agustus lalu untuk atasi antrean di 22 SPBU dinilai tegas awasi penyaluran solar, nelayan asli dapat jatah 100 liter dan pelansir kesulitan ambil solar di SPBU Tokaseng
Bone, DNID.co.id – Kehadiran Tim Satuan Tugas (Satgas) BBM Bersubsidi Merah Putih di SPBU Tokaseng, Kecamatan Tellu Siattinge, menuai pujian dari kalangan nelayan.
Bukan tanpa alasan. Di tengah keluhan antrean panjang dan dugaan penyalahgunaan solar subsidi di 22 SPBU di Kabupaten Bone, satgas yang baru dibentuk Pemkab Bone pada 24 Agustus 2026 itu dinilai bekerja luar biasa tegas di lapangan.
Pantauan DNID.co.id, anggota Satgas Merah Putih tidak hanya berjaga di area SPBU, tetapi standby langsung di samping spenser pengisian. Setiap surat rekomendasi pembelian solar subsidi diperiksa dan dicek satu per satu keasliannya.
“Disini tim satgasnya luar biasa, betul-betul mengawasi. Mereka standby di spenser pengisian kemudian setiap surat rekomendasi diperhatikan betul dicek satu persatu,” ungkap salah seorang nelayan Tokaseng kepada DNID.co.id, Senin (15/9/2026).
Dampaknya langsung dirasakan nelayan asli. Jika sebelumnya mereka harus antre setiap hari dan berebut dengan pelansir, kini jatah solar subsidi lebih jelas sesuai hasil rapat dengan Pertamina.
“Kami yang asli nelayan dapat jatah sesuai hasil rapat dari Pertamina, kalau nelayan diberikan 100 liter. Jadi kita tidak perlu lagi setiap hari ke SPBU. 100 liter solar itu bisa kita gunakan kurang lebih 3 hari untuk melaut,” jelasnya.
Ia bahkan berharap keberadaan Satgas tidak bersifat sementara.
“Kalau satgas bekerja begini kami nelayan sangat terbantu sekali. Kalau bisa satgas seperti ini jangan diberhentikan tetapi dipatenkan,” pintanya.
Ketegasan Satgas juga membuat ruang gerak pelansir menyempit. Di SPBU Tokaseng yang sebelumnya kerap disasar pelansir, kini mereka kesulitan mengambil solar subsidi.
“Yang diduga pelansir juga susah ambil solar di sini di SPBU Tokaseng karena satgas tegas dan betul-betul bekerja,” tambahnya.
Untuk diketahui, Tim Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih dibentuk Pemkab Bone untuk melakukan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di 22 SPBU se-Kabupaten Bone menyusul maraknya antrean panjang dan laporan penyalahgunaan yang merugikan nelayan dan petani.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Satgas BBM Merah Putih di SPBU Tokaseng Dipuji Nelayan, Pelansir Susah Bergerak
SELASA, 15 SEPTEMBER 2026
Tim Satgas yang dibentuk Pemkab Bone 24 Agustus lalu untuk atasi antrean di 22 SPBU dinilai tegas awasi penyaluran solar, nelayan asli dapat jatah 100 liter dan pelansir kesulitan ambil solar di SPBU Tokaseng
Bone, DNID.co.id – Kehadiran Tim Satuan Tugas (Satgas) BBM Bersubsidi Merah Putih di SPBU Tokaseng, Kecamatan Tellu Siattinge, menuai pujian dari kalangan nelayan.
Bukan tanpa alasan. Di tengah keluhan antrean panjang dan dugaan penyalahgunaan solar subsidi di 22 SPBU di Kabupaten Bone, satgas yang baru dibentuk Pemkab Bone pada 24 Agustus 2026 itu dinilai bekerja luar biasa tegas di lapangan.
Pantauan DNID.co.id, anggota Satgas Merah Putih tidak hanya berjaga di area SPBU, tetapi standby langsung di samping spenser pengisian. Setiap surat rekomendasi pembelian solar subsidi diperiksa dan dicek satu per satu keasliannya.
"Disini tim satgasnya luar biasa, betul-betul mengawasi. Mereka standby di spenser pengisian kemudian setiap surat rekomendasi diperhatikan betul dicek satu persatu," ungkap salah seorang nelayan Tokaseng kepada DNID.co.id, Senin (15/9/2026).
Dampaknya langsung dirasakan nelayan asli. Jika sebelumnya mereka harus antre setiap hari dan berebut dengan pelansir, kini jatah solar subsidi lebih jelas sesuai hasil rapat dengan Pertamina.
"Kami yang asli nelayan dapat jatah sesuai hasil rapat dari Pertamina, kalau nelayan diberikan 100 liter. Jadi kita tidak perlu lagi setiap hari ke SPBU. 100 liter solar itu bisa kita gunakan kurang lebih 3 hari untuk melaut," jelasnya.
Ia bahkan berharap keberadaan Satgas tidak bersifat sementara.
"Kalau satgas bekerja begini kami nelayan sangat terbantu sekali. Kalau bisa satgas seperti ini jangan diberhentikan tetapi dipatenkan," pintanya.
Ketegasan Satgas juga membuat ruang gerak pelansir menyempit. Di SPBU Tokaseng yang sebelumnya kerap disasar pelansir, kini mereka kesulitan mengambil solar subsidi.
"Yang diduga pelansir juga susah ambil solar di sini di SPBU Tokaseng karena satgas tegas dan betul-betul bekerja," tambahnya.
Untuk diketahui, Tim Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih dibentuk Pemkab Bone untuk melakukan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di 22 SPBU se-Kabupaten Bone menyusul maraknya antrean panjang dan laporan penyalahgunaan yang merugikan nelayan dan petani.