Akibat Tempat Pembuangan Sampah Penuh, Pemukiman Warga di Penuhi Lalat

xr:d:DAF_1NDIwLc:509,j:4123470408667980967,t:24041513

xr:d:DAF_1NDIwLc:509,j:4123470408667980967,t:24041513

Daily News Indonesia, Sulawesi Selatan – Siapa pun akan risih jika dikerumuni lalat. Entah karena risih dengan wujud, suara maupun karena kekotorannya. Namun bagi masyarakat di Dusun Tana Malia, Kelurahan Padang Iring Kecamatan Rante Tayo Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan, diserbu ribuan lalat harus dilakoni tiap harinya.

Hal itu karena letak pemukiman warga tidak jauh dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Sejak ada TPA Sampah di Tana Malia, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja (Tator) memfungsikan tanah di Kelurahan Padang Iring untuk TPA Sampah.

Setiap harinya, paling sedikit lima truk sampah dikirim ke lokasi tersebut. Sampah datang dari sejumlah tempat, terutama dari Kota Makale sekitarnya.

Padahal di dekat tempat pembuangan akhir sampah tersebut, jauh sebelumnya sudah ada pemukiman warga. Karena lokasinya yang sangat berdekatan maka dampak langsung yang dialami masyarakat sekitar TPA adalah gangguan polusi adara dan hewan-hewan yang suka berada di lokasi sampah, terutama lalat.
Karenanya, ini cukup membahayakan kesehatan.

Seumpama di musim kemarau selain harus menghirup bau tidak sedap dari sampah, warga juga harus menghirup asap dari pembakaran sampah. Sedangkan di musim penghujan, bau busuk sampah itu semakin menyengat dan semakin banyak pula lalat yang mengerumuni. Tak ayal lagi, ribuan lalat itu juga ikut masuk pemukiman warga dan masuk rumah-rumah warga.

Tidak jarang para penghuni pemukiman warga dan anak-anak sekolah mengaku merasa mual akibat menghirup bau busuk dan jijik ketika melihat atau dihinggapi lalat.

” Masyarakat tidak dapat berbuat banyak menghadapi hal tersebut. Paling banter yang dapat dilakukan hanyalah melakukan penyemprotan dan akan mengancam dan melarang lagi mobil pengangkut sampah melintas, jika TPS Sampah tidak dikelolah secara optimal,” tegas pong Adi warga setempat.

Pong Adi mengatakan bahwa, memang ada perhatian Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terhadap persoalan yang dihadapi warganya. Hanya tidak adanya bantuan berupa obat semprot serangga di pemukiman,” keluhnya pada media ini, Senin 15 April 2024.

Pihak Pemerintah Kelurahan Padang Iring juga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kondisi tersebut mengingat pengelolaan TPA berada di tangan Pemerintah Kabupaten.

Menurut warga setempat, agar Pemkab Kabupaten Tana Toraja segera berupaya untuk dapat mengatasi lalat tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 15 April 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Yustus

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Warga Pemukiman

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Berita ini 217 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:13 WITA

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru