Bone Sabet Piala Adipura 2026: Kerja Sunyi Satgas Sampah dan Penerima PKH Jadi Kunci Keberhasilan
Bone,DNID.co.id— Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dipastikan meraih Piala Adipura tahun 2026. Penghargaan bergengsi di bidang kebersihan lingkungan itu menempatkan Bone sebagai salah satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil membawa pulang trofi, bukan sekadar sertifikat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, memastikan capaian tersebut telah resmi.
“Insha Allah Bone mendapatkan trofi Adipura, bukan sertifikat Adipura, sudah ada suratnya,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Prestasi ini menjadi indikator meningkatnya kualitas pengelolaan sampah dan kebersihan kota. Namun di balik trofi tersebut, ada kerja lapangan yang berlangsung setiap hari, bahkan sejak subuh hingga sore.
Keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin sejak dilantik pada 20 Februari 2026. Fokus penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama di awal masa kepemimpinan mereka.
Tak lama setelah dilantik, Bupati Andi Asman Sulaiman turun langsung memimpin aksi pembersihan sampah, termasuk di saluran irigasi dan got. Langkah itu menjadi simbol komitmen bahwa persoalan kebersihan bukan sekadar program di atas kertas.
Bupati Bone menegaskan, penghargaan Adipura bukanlah tujuan akhir.
“Wajib setiap hari ber-Adipura sepanjang masa, bukan hanya saat penilaian atau ada lomba,” tegasnya.
Selain dukungan kebijakan, capaian ini juga tidak terlepas dari kerja keras tim Satgas Sampah Dinas Lingkungan Hidup serta masyarakat penerima bantuan pusat, termasuk penerima Program Keluarga Harapan (pkh), yang rutin diterjunkan setiap subuh dan sore membersihkan pinggir jalan dan lingkungan permukiman.
Ironisnya, di sejumlah titik masih terlihat pemandangan kontras: saat tim kebersihan dan warga gotong royong menyapu dan mengangkut sampah, sebagian pemilik rumah justru masih terlelap atau duduk santai menikmati kopi. Realitas ini menjadi catatan bahwa budaya bersih belum sepenuhnya tumbuh merata.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap raihan Piala Adipura 2026 ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan kewajiban bersama.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Bone Sabet Piala Adipura 2026: Kerja Sunyi Satgas Sampah dan Penerima PKH Jadi Kunci Keberhasilan
SABTU, 21 FEBRUARI 2026
Bone,DNID.co.id— Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dipastikan meraih Piala Adipura tahun 2026. Penghargaan bergengsi di bidang kebersihan lingkungan itu menempatkan Bone sebagai salah satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil membawa pulang trofi, bukan sekadar sertifikat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, memastikan capaian tersebut telah resmi.
“Insha Allah Bone mendapatkan trofi Adipura, bukan sertifikat Adipura, sudah ada suratnya,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Prestasi ini menjadi indikator meningkatnya kualitas pengelolaan sampah dan kebersihan kota. Namun di balik trofi tersebut, ada kerja lapangan yang berlangsung setiap hari, bahkan sejak subuh hingga sore.
Keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin sejak dilantik pada 20 Februari 2026. Fokus penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama di awal masa kepemimpinan mereka.
Tak lama setelah dilantik, Bupati Andi Asman Sulaiman turun langsung memimpin aksi pembersihan sampah, termasuk di saluran irigasi dan got. Langkah itu menjadi simbol komitmen bahwa persoalan kebersihan bukan sekadar program di atas kertas.
Bupati Bone menegaskan, penghargaan Adipura bukanlah tujuan akhir.
“Wajib setiap hari ber-Adipura sepanjang masa, bukan hanya saat penilaian atau ada lomba,” tegasnya.
Selain dukungan kebijakan, capaian ini juga tidak terlepas dari kerja keras tim Satgas Sampah Dinas Lingkungan Hidup serta masyarakat penerima bantuan pusat, termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), yang rutin diterjunkan setiap subuh dan sore membersihkan pinggir jalan dan lingkungan permukiman.
Ironisnya, di sejumlah titik masih terlihat pemandangan kontras: saat tim kebersihan dan warga gotong royong menyapu dan mengangkut sampah, sebagian pemilik rumah justru masih terlelap atau duduk santai menikmati kopi. Realitas ini menjadi catatan bahwa budaya bersih belum sepenuhnya tumbuh merata.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap raihan Piala Adipura 2026 ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan kewajiban bersama.