Omzet Perhari Pelaku UMKM Tembus Jutaan Rupiah di Festival Ramadan Bangkit Vol.2 Bantaeng
Bantaeng,DNID.co.id – Penyelenggaraan Festival Ramadhan Bangkit Vol.2 di Lapangan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan membawa dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejak resmi dibuka oleh Bupati Bantaeng, Muh.Fathul Fauzy Nurdin, pada Sabtu (21/2) lalu, para pedagang mengaku merasakan peningkatan kenyamanan.
Salah satu Pelaku UMKM, Saidar mengungkapkan dagangan para pedagang rata-rata laris manis setiap hari. Ia menyebut, omzet penjualan yang diperolehnya bisa menembus lebih dari Rp 1 juta per harinya.
“Alhamdulillah buka dari pukul 16.00-10.00 Wita malam banyak dagangan di tenant sudah habis. Omzet rata-rata sampai jutaan rupiah,” ujar penjual Coto bakar tersebut.
Menurut Saidar, lokasi di Lapangan Pantai Seruni dinilai lebih nyaman. Selain arus pengunjung yang lebih tertib, intensitas pembeli untuk berhenti dan berbelanja juga lebih tinggi.
“Lebih enjoy di sini, karena pengunjung ada yang berjalan kaki meski terkadang arus lalu lintasnya kadang padat. Suasana di sini, cuaca juga mendukung. Semoga 25 hari ke depan semua stand lari manis,” harapnya.
Festival Ramadhan tersebut melibatkan 80 tenant UMKM dari berbagai sektor. Saidar mengatakan, sebagai pelaku usaha momen seperti ini harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.
Sebab kata dia, Festival Ramadhan bukan hanya ajang berjualan, tetapi juga ruang promosi dan penguatan jejaring usaha.
“Ini kesempatan besar bagi kami (UMKM) untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas relasi bisnis. Kami bersyukur Pemerintah Daerah membuka ruang seperti ini,” ungkapnya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa kebersihan dan ketertiban harus tetap menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.
Ia meminta seluruh tenant menjaga kebersihan lapak masing-masing serta memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik demi kenyamanan pengunjung.
“Kami ingatkan kepada teman-teman untuk senantiasa menjaga kebersihan, karena pemerintah telah membukakan ruang untuk kita berjualan, sehingga sepatutnya kita menjaga kebersihan,” tandasnya.
Suasana yang ramai dan antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan Ramadan, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal yang memberi harapan baru bagi kebangkitan UMKM di Bumi Butta Toa ini.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Omzet Perhari Pelaku UMKM Tembus Jutaan Rupiah di Festival Ramadan Bangkit Vol.2 Bantaeng
KAMIS, 26 FEBRUARI 2026
Bantaeng,DNID.co.id - Penyelenggaraan Festival Ramadhan Bangkit Vol.2 di Lapangan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan membawa dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejak resmi dibuka oleh Bupati Bantaeng, Muh.Fathul Fauzy Nurdin, pada Sabtu (21/2) lalu, para pedagang mengaku merasakan peningkatan kenyamanan.
Salah satu pelaku UMKM, Saidar mengungkapkan dagangan para pedagang rata-rata laris manis setiap hari. Ia menyebut, omzet penjualan yang diperolehnya bisa menembus lebih dari Rp 1 juta per harinya.
"Alhamdulillah buka dari pukul 16.00-10.00 Wita malam banyak dagangan di tenant sudah habis. Omzet rata-rata sampai jutaan rupiah," ujar penjual Coto bakar tersebut.
Menurut Saidar, lokasi di Lapangan Pantai Seruni dinilai lebih nyaman. Selain arus pengunjung yang lebih tertib, intensitas pembeli untuk berhenti dan berbelanja juga lebih tinggi.
"Lebih enjoy di sini, karena pengunjung ada yang berjalan kaki meski terkadang arus lalu lintasnya kadang padat. Suasana di sini, cuaca juga mendukung. Semoga 25 hari ke depan semua stand lari manis," harapnya.
Festival Ramadhan tersebut melibatkan 80 tenant UMKM dari berbagai sektor. Saidar mengatakan, sebagai pelaku usaha momen seperti ini harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.
Sebab kata dia, Festival Ramadhan bukan hanya ajang berjualan, tetapi juga ruang promosi dan penguatan jejaring usaha.
"Ini kesempatan besar bagi kami (UMKM) untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas relasi bisnis. Kami bersyukur Pemerintah Daerah membuka ruang seperti ini," ungkapnya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa kebersihan dan ketertiban harus tetap menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.
Ia meminta seluruh tenant menjaga kebersihan lapak masing-masing serta memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik demi kenyamanan pengunjung.
"Kami ingatkan kepada teman-teman untuk senantiasa menjaga kebersihan, karena pemerintah telah membukakan ruang untuk kita berjualan, sehingga sepatutnya kita menjaga kebersihan," tandasnya.
Suasana yang ramai dan antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan Ramadan, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal yang memberi harapan baru bagi kebangkitan UMKM di Bumi Butta Toa ini.