45 Hari Mengabdi, Mahasiswa dan Warga Botorejo Berpisah dalam Haru

Foto bersama malam perpisahan KKN MIT Posko 111 UIN Walisongo Semarang

Foto bersama malam perpisahan KKN MIT Posko 111 UIN Walisongo Semarang

DEMAK – Suasana haru mewarnai malam perpisahan mahasiswa UIN Walisongo Semarang Posko 111 bersama masyarakat Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Rabu (2/9/2026). Setelah 45 hari menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat, mahasiswa menutup kebersamaan melalui acara perpisahan yang digelar di Aula Balai Desa Botorejo.

Acara tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menerima, mendampingi, dan terlibat dalam berbagai kegiatan selama masa pengabdian.

Malam perpisahan dihadiri Kepala Desa Botorejo Masyrukin beserta perangkat desa, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, guru dari sekolah tempat mahasiswa terlibat dalam kegiatan mengajar, serta warga Desa Botorejo. Kehadiran berbagai unsur masyarakat membuat suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara diawali sambutan Koordinator Desa Posko 111 UIN Walisongo Semarang, Achmad Maulana. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Botorejo yang telah menerima mahasiswa selama 45 hari sekaligus berharap berbagai kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi desa.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Desa Botorejo karena sudah menerima kami dengan baik. Harapannya, pengabdian yang kami lakukan dapat membawa dampak positif bagi Desa Botorejo,” ujar Achmad.

Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Desa Botorejo, Masyrukin. Ia mengapresiasi kehadiran dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan desa. Menurutnya, interaksi selama 45 hari telah membuat mahasiswa memiliki kedekatan dengan masyarakat.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa karena selama masa pengabdian sudah banyak membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang diadakan desa. Saya sudah menganggap adik-adik sebagai anak sendiri. Jangan lupa berkunjung ke desa kalau sedang bermain di Demak,” tutur Masyrukin.

Rangkaian acara kemudian diisi berbagai penampilan, salah satunya tari yang dibawakan mahasiswa UIN Walisongo. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan sekaligus memberikan suasana berbeda dalam malam perpisahan.

Momen yang paling emosional berlangsung saat penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan mahasiswa, Farhan Ananda. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, khususnya Kepala Desa Botorejo, yang telah menerima dan membimbing mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Farhan mengatakan, pengalaman selama berada di Desa Botorejo memberikan pelajaran langsung mengenai kehidupan bermasyarakat, gotong royong, serta pentingnya komunikasi dan kebersamaan.

“Banyak kegiatan yang telah kami lalui selama masa pengabdian. Kegiatan tersebut membawa banyak kenangan yang tidak terlupakan bagi kami. Terima kasih kepada masyarakat, khususnya Bapak Kepala Desa, yang telah menerima kami dengan hangat dan merawat kami seperti anak sendiri,” ujar Farhan.

Kebersamaan yang terbangun selama 45 hari membuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat semakin dekat. Berbagai kegiatan yang dilakukan bersama secara perlahan menciptakan suasana kekeluargaan hingga Desa Botorejo menjadi tempat yang memiliki kesan tersendiri bagi mahasiswa.

Setelah penyampaian pesan dan kesan, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Botorejo sekaligus ungkapan syukur atas seluruh kegiatan yang telah berlangsung.

Malam perpisahan tidak hanya menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang kebersamaan yang telah terjalin dengan masyarakat Desa Botorejo selama 45 hari. Hubungan yang terbentuk diharapkan tetap terjaga meski masa pengabdian telah berakhir.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 4 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Siswi MTsN Pinrang Tembus Dua Besar OMI Pinrang, Siap Berlaga Di Tingkat Provinsi Sulsel
Siswi SD Athirah Baruga Raih Emas Olimpiade Internasional di Bangkok
Dua Siswa SMP Islam Ranu Harapan Ukir Prestasi Juara di Korpasgat Karate Championship 2026
Polres Palopo Kenalkan AI ke Pelajar SMAN 5: Siapkan Generasi Melek Teknologi
Tekan Mobilitas di Tengah Antrean BBM, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring
Kemenag Takalar Perkuat Koordinasi Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Miris! 52 Dapur SPPG di Jeneponto Tak Ada yang Koordinasi Soal SLO ke DLH
Dana BOSP Rp113 Miliar Diduga Bermasalah, Pengawasan Disdik Makassar Dipertanyakan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:03 WITA

Siswi MTsN Pinrang Tembus Dua Besar OMI Pinrang, Siap Berlaga Di Tingkat Provinsi Sulsel

Selasa, 15 September 2026 - 16:06 WITA

Siswi SD Athirah Baruga Raih Emas Olimpiade Internasional di Bangkok

Minggu, 13 September 2026 - 22:44 WITA

Dua Siswa SMP Islam Ranu Harapan Ukir Prestasi Juara di Korpasgat Karate Championship 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 16:52 WITA

Polres Palopo Kenalkan AI ke Pelajar SMAN 5: Siapkan Generasi Melek Teknologi

Sabtu, 12 September 2026 - 09:37 WITA

Tekan Mobilitas di Tengah Antrean BBM, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring

Jumat, 11 September 2026 - 21:00 WITA

Kemenag Takalar Perkuat Koordinasi Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:21 WITA

Miris! 52 Dapur SPPG di Jeneponto Tak Ada yang Koordinasi Soal SLO ke DLH

Rabu, 9 September 2026 - 20:33 WITA

Dana BOSP Rp113 Miliar Diduga Bermasalah, Pengawasan Disdik Makassar Dipertanyakan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA