Korban Judi Online di Kalangan Anak dan Remaja, Ancaman Nyata bagi Generasi Muda

Oplus_131072

Oplus_131072

Tanggamus, DNID MEDIA LAMPUNG– Fenomena judi online semakin meresahkan masyarakat, terutama dengan meningkatnya jumlah anak dan remaja yang terjerat dalam praktik ilegal ini. Kemudahan akses internet, minimnya pengawasan orang tua, serta iming-iming keuntungan instan menjadi faktor utama yang membuat generasi muda rentan terhadap perjudian daring.

 

Guru Besar Perguruan Amukti Palapa Nusantara ” Pagar Hidup ” Samsir Alam Nasution menyatakan bahwa keterlibatan anak dan remaja dalam judi online membawa dampak serius bagi perkembangan mental, sosial, dan akademik mereka. Banyak di antara mereka mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi akibat kehilangan uang dalam jumlah besar.

 

“Judi online telah menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Tanpa tindakan pencegahan yang serius dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah, semakin banyak anak dan remaja yang akan menjadi korban. Edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang tegas menjadi kunci utama dalam melindungi masa depan mereka dari bahaya perjudian daring,” ujarnya.

 

 

Beberapa kasus menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan judi online mulai mencuri uang dari orang tua atau kerabat untuk terus bermain. Mereka juga sering kali mengalami penurunan prestasi akademik akibat kehilangan fokus dan waktu belajar.

 

Selain dampak psikologis, kecanduan judi online juga memperburuk hubungan sosial para korban. Banyak remaja yang akhirnya menarik diri dari pergaulan karena merasa malu atau tertekan akibat hutang judi. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan mengalami perundungan di lingkungan sekolah setelah diketahui sebagai pecandu judi online.

 

“Salah satu faktor utama yang membuat anak dan remaja terjerumus ke dalam judi online adalah kemudahan akses terhadap platform perjudian. Berbagai situs dan aplikasi judi ilegal kini bisa diakses hanya dengan menggunakan ponsel pintar. Selain itu, beberapa platform menggunakan strategi pemasaran agresif, seperti iklan di media sosial, influencer yang mempromosikan judi, hingga bonus besar bagi pemain baru,” jelasnya.

 

 

 

Lebih lanjut, banyak korban yang awalnya hanya sekadar mencoba, tetapi akhirnya terjebak dalam siklus kecanduan. Mereka tergoda untuk terus bermain dengan harapan bisa mengembalikan uang yang sudah hilang. Sayangnya, hal ini justru memperburuk kondisi mereka karena sistem judi online memang dirancang untuk membuat pemain terus mengalami kekalahan dalam jangka panjang.

 

 

Untuk mencegah semakin banyak anak dan remaja yang terjerat judi online, peran orang tua sangatlah krusial. Orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka, mengajarkan literasi keuangan, serta menanamkan pemahaman tentang bahaya judi sejak dini.

 

Edukasi mengenai dampak negatif perjudian juga harus diberikan secara intensif. Selain dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya perjudian daring.

 

Santoni salah satu tokoh pemuda Pekon Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus yang perduli dengan masa depan anak-anak, menambahkan agar orang tua lebih menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan anak, agar anak tidak mencari pelarian ke dunia judi online.

 

“Banyak anak yang kecanduan judi online awalnya hanya mencari hiburan atau pelarian dari tekanan. Jika orang tua bisa lebih terbuka dan terlibat dalam kehidupan anak, mereka akan merasa lebih diperhatikan dan tidak mencari kepuasan di tempat yang salah,” tutup nya.

 

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 7 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Rachman Amir

Editor: AMR

Sumber Berita: Syamsir Alam Nasution dan Santoni

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?
Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!
Karaeng Tamamaung: Sosok Spritual dan Ajaran Kehidupan yang Tetap Relevan
Jangan Arogan! PPMS Tegaskan Media Siber Wajib Koreksi Berita yang Keliru
Memberitakan Pihak Lain Tanpa Konfirmasi? Ini Aturan Main PPMS!
PPMS dan Profesionalisme Pers Digital: Pedoman yang Wajib Dipahami Wartawan
Satgas Tricakti vs Polisi di Belitung: Ketika Negara Beradu Otoritas di Atas 52,5 Ton Pasir Timah
Berdayakan Potensi Pesisir, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Jalin Sinergi dengan UMKM Azzahra Mandiri
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:01 WITA

Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WITA

Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!

Rabu, 9 September 2026 - 15:27 WITA

Karaeng Tamamaung: Sosok Spritual dan Ajaran Kehidupan yang Tetap Relevan

Senin, 7 September 2026 - 12:49 WITA

Jangan Arogan! PPMS Tegaskan Media Siber Wajib Koreksi Berita yang Keliru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:52 WITA

Memberitakan Pihak Lain Tanpa Konfirmasi? Ini Aturan Main PPMS!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:25 WITA

PPMS dan Profesionalisme Pers Digital: Pedoman yang Wajib Dipahami Wartawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:38 WITA

Satgas Tricakti vs Polisi di Belitung: Ketika Negara Beradu Otoritas di Atas 52,5 Ton Pasir Timah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:32 WITA

Berdayakan Potensi Pesisir, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Jalin Sinergi dengan UMKM Azzahra Mandiri

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA