Karaeng Tamamaung: Sosok Spritual dan Ajaran Kehidupan yang Tetap Relevan

Oleh: AD. A. Razak PT


Karaeng Tamamaung — adalah sosok yang dikenal sebagai Panrita (Wali), bahkan sebagian menyebutnya sebagai Tomanurung — meninggalkan jejak ajaran yang sarat makna, menggabungkan nilai agama, adat, dan kemanusiaan. Karya tulis Folklori ni hadir untuk mengenalkannya lebih dekat, mengingat betapa pentingnya nilai-nilai yang beliau wariskan untuk kehidupan kita hingga hari ini.

Sosok Penuh Kerendahan Hati dan Ketakwaan

Karaeng Tamamaung dikenal dengan sifat “Tuna” — rendah hati — serta pendiam dan tenang. Beliau berpegang teguh pada ajaran Allah SWT, menjadikan ibadah dan zikir sebagai rutinitas harian. Selain mendalami keilahian, beliau juga menguasai A’Manca (bela diri), Sinrilik (cerita sejarah heroisme), hingga A’gambusu (nyanyian spiritual) — kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun sejak lama.

Ajaran Utama: Sabar dan Saling Menjaga

Salah satu pesan beliau yang paling mendalam adalah “Sabbara, Sikatutui” — sabar dan saling menjaga, dalam makna yang luas. Beliau juga mengajarkan tentang “Nafas Jati Diri”, sebuah pemahaman mendalam tentang hakikat manusia dan hubungannya dengan Sang Pencipta. Ajaran ini tercatat dan diwariskan melalui murid-murid beliau, yang kemudian menyampaikannya kepada generasi selanjutnya.

Jejak Ajaran Karaeng Tamamaung

Ajaran spiritual Karaeng Tamamaung sarat makna yang terhubung dengan jalur tasawwuf yang sampai kepada Tuan Syekh Muhammad Yusuf Tajul Khalwatiyah Al-Mangkasti (Syekh Yusuf Al-Makassari).

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran beliau dalam rantai keilmuan dan penyebaran nilai-nilai keislaman di tanah Sulawesi.

Patriot dan Guru

Bukan hanya ulama, Karaeng Tamamaung juga seorang patriot dan pendidik. Beliau mengajarkan hakikat jati diri kepada murid-murid yang datang dari berbagai pelosok Sulawesi Selatan. Di masa yang sama, semangat perlawanan terhadap penjajah juga diwariskan melalui sosok lain yang sejiwa — Karaeng Ta Data / Karaeng Sayanga ri Beba, yang terus berjuang melawan kekuasaan VOC.

Warisan yang Tetap Hidup

Karaeng Tamamaung hidup dalam kesunyian namun penuh keberkahan — berkhalwat, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadikan kerendahan hati serta ketakwaan sebagai jalan hidupnya.

“Karaeng Tamamaung adalah hamba Allah yang taat.Semoga ajaran masa lalu ini menjadi pelajaran masa kini, untuk kita renungkan dan amalkan dalam menghadap kepada Allah Azzawajallah.”

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 9 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: AD. A. Razak PT

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?
Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!
Jangan Arogan! PPMS Tegaskan Media Siber Wajib Koreksi Berita yang Keliru
Memberitakan Pihak Lain Tanpa Konfirmasi? Ini Aturan Main PPMS!
PPMS dan Profesionalisme Pers Digital: Pedoman yang Wajib Dipahami Wartawan
Satgas Tricakti vs Polisi di Belitung: Ketika Negara Beradu Otoritas di Atas 52,5 Ton Pasir Timah
Berdayakan Potensi Pesisir, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Jalin Sinergi dengan UMKM Azzahra Mandiri
EKSISTENSI SARANA APOTEK VERSUS RETAIL MINIMARKET DAN HYPERMARKET TERHADAP PENJUALAN OBAT
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:01 WITA

Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WITA

Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!

Rabu, 9 September 2026 - 15:27 WITA

Karaeng Tamamaung: Sosok Spritual dan Ajaran Kehidupan yang Tetap Relevan

Senin, 7 September 2026 - 12:49 WITA

Jangan Arogan! PPMS Tegaskan Media Siber Wajib Koreksi Berita yang Keliru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:52 WITA

Memberitakan Pihak Lain Tanpa Konfirmasi? Ini Aturan Main PPMS!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:25 WITA

PPMS dan Profesionalisme Pers Digital: Pedoman yang Wajib Dipahami Wartawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:38 WITA

Satgas Tricakti vs Polisi di Belitung: Ketika Negara Beradu Otoritas di Atas 52,5 Ton Pasir Timah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:32 WITA

Berdayakan Potensi Pesisir, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Jalin Sinergi dengan UMKM Azzahra Mandiri

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA