Anggota tim KKN MIT 152 UIN Walisongo Semarang mengamati dan membantu proses pengolahan produk hasil laut di lokasi produksi UMKM Azzahra Mandiri.
KENDAL — Menggali potensi ekonomi pesisir, Tim Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) 22 Posko 152 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyambangi Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) “Azzahra Mandiri”, Kamis (30/7/2026). Kunjungan ini berlokasi di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, tempat bernaungnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang fokus pada pengolahan hasil laut.
Poklahsar Azzahra Mandiri merupakan mitra binaan yang lahir dari Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2024. UMKM ini masyhur dengan berbagai produk olahan perikanan unggulan, seperti abon ikan tongkol, kerupuk, serta rengginang dari cumi dan rebon. Ragam produk ini kini menjadi daya tarik dan ciri khas masyarakat pesisir setempat.
Tim KKN MIT 22 posko 152 UIN Walisongo Semarang berfoto bersama membawa produk olahan UMKM Poklahsar “Azzahra Mandiri” di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa tidak sekadar melakukan observasi. Mereka turut serta mengamati dan membantu tahapan pengolahan produk secara langsung. Beberapa anggota tim terlihat antusias berpartisipasi dalam proses penjemuran dan penyortiran bahan baku di halaman tempat produksi. Momen ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan pelaku UMKM mengenai alur produksi, mulai dari penanganan bahan mentah hingga menjadi produk siap jual.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN MIT 22 dalam upaya mendukung dan mempelajari potensi ekonomi kreatif berbasis hasil laut yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Gempolsewu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menggali lebih dalam mengenai tantangan maupun potensi pengembangan UMKM di bidang perikanan, sekaligus berkontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Ke depannya, Tim KKN MIT 22 Posko 152 UIN Walisongo berencana untuk terus menjalin sinergi dengan Poklahsar Azzahra Mandiri. Bentuk sinergi yang disiapkan meliputi pendampingan usaha, strategi promosi produk, serta kegiatan inovatif lainnya yang diyakini dapat mendukung perkembangan UMKM tersebut selama masa pengabdian mahasiswa di Desa Gempolsewu
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
KENDAL — Menggali potensi ekonomi pesisir, Tim Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) 22 Posko 152 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyambangi Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) "Azzahra Mandiri", Kamis (30/7/2026). Kunjungan ini berlokasi di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, tempat bernaungnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang fokus pada pengolahan hasil laut.
Poklahsar Azzahra Mandiri merupakan mitra binaan yang lahir dari Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2024. UMKM ini masyhur dengan berbagai produk olahan perikanan unggulan, seperti abon ikan tongkol, kerupuk, serta rengginang dari cumi dan rebon. Ragam produk ini kini menjadi daya tarik dan ciri khas masyarakat pesisir setempat.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa tidak sekadar melakukan observasi. Mereka turut serta mengamati dan membantu tahapan pengolahan produk secara langsung. Beberapa anggota tim terlihat antusias berpartisipasi dalam proses penjemuran dan penyortiran bahan baku di halaman tempat produksi. Momen ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan pelaku UMKM mengenai alur produksi, mulai dari penanganan bahan mentah hingga menjadi produk siap jual.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN MIT 22 dalam upaya mendukung dan mempelajari potensi ekonomi kreatif berbasis hasil laut yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Gempolsewu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menggali lebih dalam mengenai tantangan maupun potensi pengembangan UMKM di bidang perikanan, sekaligus berkontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Ke depannya, Tim KKN MIT 22 Posko 152 UIN Walisongo berencana untuk terus menjalin sinergi dengan Poklahsar Azzahra Mandiri. Bentuk sinergi yang disiapkan meliputi pendampingan usaha, strategi promosi produk, serta kegiatan inovatif lainnya yang diyakini dapat mendukung perkembangan UMKM tersebut selama masa pengabdian mahasiswa di Desa Gempolsewu
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.