Iuran Pengurusan Tanah Register 28 Diduga Capai Ratusan Juta, Warga Pekon Tamansari Resah

Tanggamus DNID MEDIALAMPUNG– Warga Pekon Tamansari, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, menyuarakan keresahan terkait dugaan pungutan iuran dalam pengurusan tanah kawasan Register 28 agar bisa berubah status menjadi tanah negeri. Dugaan pungutan ini mencuat setelah sejumlah warga mengaku dimintai iuran dengan besaran berbeda-beda. Selasa (30 September 2025).

Menurut keterangan warga, iuran dipatok berdasarkan luas lahan. Untuk lahan seluas satu hektare, warga dikenakan sekitar Rp50 ribu, sedangkan untuk lahan yang lebih luas bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Informasi yang berkembang, dana ini dihimpun untuk biaya transportasi pengurusan administrasi tanah Register 28, dengan luas lebih dari 3.000 hektare. Namun warga menilai besaran iuran terlalu besar. “Kalau dikalikan dengan jumlah warga, bisa sampai ratusan juta rupiah. Kalau tidak berhasil ya hangus uang itu, kan aneh,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak ditulis.

Keluhan ini juga mengingatkan warga pada iuran serupa saat pembuatan persil tanah beberapa waktu lalu. “Dulu saat buat persil juga sudah dipungut. Sekarang alasannya kawasan jadi negeri, padahal ini tanah negara, mana bisa. Tapi bagaimana kami orang kecil, ya cuma ikut saja,” kata warga lainnya.

Seorang tokoh masyarakat bahkan mengaku tidak tahu adanya iuran ini. “Tahu-tahu saya ditagih Rp100 ribu. Belum saya kasih, karena saya harus jelas dulu uang apa ini. Kumpulan saja saya tidak tahu. Aneh juga, tolong diselidiki Bang,” ujarnya.

Nama Kadus dan RT disebut warga sebagai pihak yang melakukan penarikan langsung ke masyarakat. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum dapat dimintai keterangan. Aparatur pekon saat ditemui di kantor pekon beberapa hari lalu menyebut bahwa Kadus dan RT harus terlebih dahulu meminta izin Kepala Pekon sebelum memberikan keterangan.

Kepala Pekon melalui aparatur menegaskan bahwa pihak pekon tidak terlibat. “Kalau soal itu, tanya saja sama panitianya. Pekon tidak ikut campur,” jelasnya.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Kadus maupun RT. Warga berharap pihak berwenang bisa turun tangan agar persoalan ini tidak menimbulkan keresahan yang lebih besar. (Tim)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 1 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Tim

Editor: RA

Penanggung Jawab: MT

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, Melantik Pengurus PWI Sulawesi Selatan
Belajar dari Bali, MKTI Sulsel Dorong Konservasi Tanah dan Air Berbasis Ekowisata
BPK Sorot Tiga UPTD Disdikbud Lampung, Belanja Rp201,8 Juta diduga Bermasalah
Merayakan 1 Dekade FHQ An-Najm Sulawesi Selatan: Menjaga Cahaya Al-Qur’an, Menumbuhkan Generasi
Inovasi Tiada Henti
Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?
Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!
Karaeng Tamamaung: Sosok Spritual dan Ajaran Kehidupan yang Tetap Relevan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:30 WITA

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, Melantik Pengurus PWI Sulawesi Selatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WITA

Belajar dari Bali, MKTI Sulsel Dorong Konservasi Tanah dan Air Berbasis Ekowisata

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:31 WITA

BPK Sorot Tiga UPTD Disdikbud Lampung, Belanja Rp201,8 Juta diduga Bermasalah

Rabu, 30 September 2026 - 06:05 WITA

Merayakan 1 Dekade FHQ An-Najm Sulawesi Selatan: Menjaga Cahaya Al-Qur’an, Menumbuhkan Generasi

Selasa, 22 September 2026 - 21:39 WITA

Inovasi Tiada Henti

Kamis, 17 September 2026 - 19:01 WITA

Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WITA

Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!

Rabu, 9 September 2026 - 15:27 WITA

Karaeng Tamamaung: Sosok Spritual dan Ajaran Kehidupan yang Tetap Relevan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA